Selasa, 22 Desember 2015

Respons Aksi Cepat Tanggap untuk Banjir Aceh Desember 2015

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/banjir-aceh.jpg 

Aceh, menjelang akhir thn 2015 ini nama propinsi paling barat di Indonesia ini kembali dinamakan oleh sebahagian mungil fasilitas. Kali ini bukan menyangkut berita gembira, Aceh mengambil informasi keprihatinan yg lumayan dalam. Derasnya hujan yg makin tidak terkendali, ditambah dgn kerusakan alam yg semakin tidak terkendali mengambil air bah gede meluap dari sungai. Mengubah pemukiman penduduk jadi sungai deras. Membanjiri ribuan hunian.

Banjir Tahunan yg melanda Aceh thn ini tergolong demikian memprihatinkan. Sekian Banyak Kab padat warga tidak luput dari rendaman banjir cuma dalam jangka saat 2 hingga 3 hri. Berturut banjir berlangsung di bermacam macam wilayah Aceh. Justru dikala tidak sedikit alat cuma membicarakan berkaitan persiapan banjir Jakarta, banjir bandang yg merendam Aceh malah luput dari berita sarana.
Sejak Mulai dari wilayah Aceh Singkil dgn empat kecamatannya, Tangse Kab Pidie, Beureunun Kab Pidie, dulu Aceh Barat, Aceh Selatan pun Nagan Raya, tidak luput dari terjangan banjir.

Sampai tulisan ini diturunkan, banjir tahunan di Aceh th 2015 ini sudah menelan 2 korban Jiwa, satu orang dari penduduk Beurenun & seseorang yang lain masyarakat Aceh Selatan.

Tidak Hanya korban jiwa, pasti penduduk terdampak pula mengalami kerugian yg tidak sedikit, baik kerugian harta benda ataupun hancurnya perkebunan & persawahan yg tidak berhasil panen akibat diterjang banjir.
Menonton keadaan tersebut, waktu tidak sedikit warga Indonesia yg memalingkan wajahnya dgn isu lain di Ibukota Jakarta, Perbuatan Langsung Tanggap (ACT) tidak tinggal diam menyaksikan keadaan yg melanda penduduk Aceh kali ini.

Tindakan Langsung Tanggap dalam hitungan detik serta-merta bergegas menerjunkan Tim emergency Banjir sejak mulai dari Aceh Singkil , Aceh Pidie, Aceh Barat & Aceh Selatan, kecuali Nagan Raya yg masihlah tetap diupayakan buat ditembus dikarenakan medannya yg pass berat.
Merespon banjir Aceh itu sejak 6 Desember silam, ACT telah teratur mendistribusikan pertolongan logistik buat penduduk di Gampong, Kab Pidie. Pendistribusian pertolongan yg dipusatkan di tempat ibadah kampung Tiba itu juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil 1 Aceh, Nasir Djamir. Dalam peluang itu Nasir mengapresasi ketanggapan ACT, khususnya kali ini ketika Aceh dilanda banjir. Terkecuali berikan pertolongan pangan berupa beras, minyak goreng & sembako yang lain, Tim serta turut bahu-membahu dengan masyarakat membersihkan rumah-rumah yg terendam.

Muharram salah seseorang penduduk Tangse Aceh Pidie yg pun ikut jadi relawan ACT mengucapkan terimaksih terhadap ACT sebab sudah meringankan penduduk Tangse. “Semoga jadi amal paling baik dari para donatur & amal amal paling baik utk relawan ACT yg menyalurkan pertolongan,” tuturnya.

Menurut Kusmayadi, Manajer Disaster Ermergency dan Response Management/DERM – ACT dalam keadaan siaga banjir th ini ACT sudah menyiapkan tim relawan paling baik buat diturunkan ke pusat banjir di seluruhnya Indonesia. “Seperti dikala banjir yg melanda Aceh, di sana ada Zulkarnen, Rauzi Haristia & Mustafa Tiba yg telah amat berpengalaman dalam menolong musibah banjir. Kita harapkan seluruhnya tim relawan ACT masih siaga bencana,” tutup Kus. (act.id)
img : antaranews
Sumber

Perkiraan Banjir Jakarta Terjadi di Bulan Januari 2016

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/perkiraan-banjir-jakarta-2016.jpg 
Bagi masyarakat Jakarta, akhir thn 2015 disambut bersama langit mendung yg berkukuh konsisten sepanjang hri. Ditutup bersama hujan deras & petir yg konsisten bersahutan sejak sore sampai tengah malam hri. Keadaan cuaca esktrem ini juga memancing kembali kekhawatiran akbar yg senantiasa membayangi penduduk Jakarta, terutama yg bermukim di ruangan dekat bantaran sungai gede yg berhulu di kawasan Puncak, Jawa Barat.

Banjir Jakarta tiap-tiap tahunya benar-benar senantiasa jadi perbincangan hangat. Sebabnya satu, Ibukota Jakarta masihlah belum menemukan solusi yg sangatlah serasi buat mengatasi banjir biar tak hingga terulang kembali. Tetapi jikalau diliat lagi dari catatan sejarahnya, banjir Jakarta bukan berlangsung cuma dalam dalam hitungan bebrerapa th belakangan ini. Banjir Jakarta bukanlah perulangan yg baru saja berlangsung dalam hitunggan 10 th ke belakang, atau belasan thn ke belakang.

Terhadap kenyataannya banjir Jakarta merupakan suatu peristiwa yg konsisten berulang. Sejak thn 1800-an atau waktu pemerintah kolonial Belanda tetap jadi pemegang kendali Kota Batavia (Jakarta tempo lalu), nyata-nyatanya banjir telah teratur menggenangi Jakarta. Artinya apabila diliat ke belakang, banjir Jakarta telah ada sejak beberapa ratus th dulu!

Lantas, menjelang puncak dari periode hujan thn 2015-2016 ini, publik Jakarta tidak sedikit yg bertanya-tanya, kapan sesungguhnya banjir di th 2015 & thn 2016 ini bakal terulang kembali di Ibukota Jakarta?

Jawaban & prediksi ilmiahnya belum lama ini dirilis oleh Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
Perkiraan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggarisbawahi bahwa banjir Jakarta diperkirakan bakal berlangsung kepada kurang lebih minggu ke-3 bln Januari thn 2016.
Prediksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini bukan didapat dari rumus asal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana memprediksi banjir Jakarta berdasarkan mungkin saja puncak periode hujan disekitar jabar & kawasan kurang lebih Jakarta yang lain.

Diwaktu memasuki puncak periode hujan, seperti yg berjalan kepada tahun-tahun dulu, debit air limpahan air hujan yg mengalir deras dari Bogor, Depok & wilayah hulu yang lain tidak dapat terbendung lagi diwaktu telah hingga di Jakarta. Hasilnya apa yg tidak jarang dinamakan sbg banjir kiriman pula mendatang. Air bakal meluap jadi banjir. Entah separah apa puncak dari banjir Jakarta di thn 2015-2016 kelak.

Dari prediksi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menegaskan kepada Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bahwa status siaga bencana mesti sesegara kemungkinan ditetapkan. Siaga bencana banjir Jakarta bakal makin menambah waspada penduduk Jakarta yg paling berpotensi terdampak banjir.

Dari page Kompas.com dikutip, Kepala Pusat Data Info & Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menuliskan perkiraan banjir di Jakarta kepada minggu ke3 Januari 2016 kelak dapat melanda sedikitnya 135 kelurahan, 37 kecamatan & 634 RW. diluar itu, sejumlah 276.999 jiwa diperkirakan bakal terdampak dengan cara segera.
Jumlah itu didapat berdasarkan asumsi & rumus kasar yg dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, menyaksikan dari catatan kebencanaan banjir Jakarta tahun-tahun pada awal mulanya.(cal)
Sumber

Kamis, 17 Desember 2015

Banjir Aceh Singkil

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/banjir-bandang-aceh-singkil.jpeg 

Kala gencarnya persiapan kesiapsiagaan banjir Jakarta masihlah jadi trending topic fasilitas nasional, di antara deru konflik politik di panggung sandiwara Setya Novanto Sang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, nyatanya di pelosok barat negara ini ada derita duka yg tetap konsisten berlanjut. Informasi duka ini datang dari wilayah yg sekian banyak hri ini diterjang banjir bandang. Seperti yg dilaporkan serentak dari arena lapang, banjir Aceh Singkil masihlah pun belum surut. Bahkan banjir masuk semakin jauh menuju titik yg lebih rendah di pemukiman penduduk & jalan lintas Singkil-Subulussalam.

Lebih-lebih selagi masuk ke hitungan minggu ke3 Desember 2015, hari-hari di langit Indonesia bidang barat senantiasa dipenuhi oleh awan mendung bersama sesekali petir yg bersahutan. Hujan yg tetap turun deras semakin menciptakan tinggi rendaman banjir. Satu Orang relawan Tindakan Serta-merta Tanggap dari Aceh Singil, Mustafa YM menyampaikan bahwa banjir di Aceh Singkil telah memutus jalan lintas penghubung antar desa. Ada sekian banyak kendaraan pengangkut pertolongan & milik masyarakat setempat yg nekat menerjang banjir, seterusnya terhadap hasilnya cuma berhenti terperosok terhadap lobang jalan yg pass dalam.

Satu factor lagi yg lebih memilukan, waktu hujan tetap rintik mengguyur, & air banjir masihlah merendam malas utk surut, Kepada Senin pagi (14 Desember 2015) seseorang penangkap ikan dari Gampong Pemuka yg sedang mencari ikan menemukan seseorang jenazah tidak dengan identitas berkelamin wanita di Sungai Lae Tenong, kawasan Pemuka Lama.

Informasi penemuan jenazah wanita tidak dengan identitas ini juga serentak dilaporkan pada kepala desa setempat, pada Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lembaga Sosial, TNI, polisi & camat.

“Akhirnya tim gabungan evakuasi ini pula bertolak lewat Sungai Kilangan & kurang lebih pukul dua siang mayat tersebut sukses dievakuasi, belum mampu dijamin apakah penyebabnya terbawa arus atau yg lain,” tutur Mustofa.

seorang korban tewas yg telah ditemukan merupakan peringatan, bahwa banjir bandang di Singkil tidak sanggup lagi disepelekan. Darurat banjir telah mesti ditetapkan di Propinsi Aceh. Terkecuali Aceh Singkil, tempo hari banjir pass parah pun dilaporkan berlangsung di wilayah Pidie. Bahkan di Desa Krueng Sikeuk, Kecamatan Tangse. Di daerah tersebut, ada suatu pesantren yg bangunannya hancur diterjang banjir.

“Negeri ini dilanda bencana utk mempersatukan kita dalam kemanusiaan. Menghilangkan sekat-sekat politik ras, agama, suku, warna kulit. Relawan ACT di Aceh siap bersinergi dgn seluruh pihak & jadi garda depan dalam penangana bencana,” tegas Mustafa.(act.id)
img ; babe.co.id
Sumber

Banjir Lagi di Lembah Hopo, Mamuju, Sulawesi Barat

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/banjir-bandang-sulawesi.jpg 

Jajaran info berkaitan bencana banjir yg menghempas pemukiman jadi makin teratur isi pemberitaan nasional. Banjir terhadap dasarnya yaitu pembuktian berkaitan seberapa parah kerusakan lingkungan yg berlangsung di sepanjang falsafah sungai. Semakin tidak baik keadaan lingkungan sepanjang falsafah sungai, sehingga sanggup dijamin semakin parah resiko banjir yg ditimbulkan.
Ketika Kota Jakarta menyiapkan bermacam kiat mengurangi efek banjir akibat limpahan air di sungai-sungai akbar yg membelah Ibukota, bermacam kawasan lain di Indonesia serta miliki bisa jadi yg mirip.

Berita paling baru menyangkut banjir diluar Pulau Jawa berjalan di Pulau Sulawesi, tepatnya di Propinsi Sulawesi Barat, Kab Mamuju, Kecamatan Karossa Desa Lembah Hopo. Seperti yg dikabarkan oleh Antaranews, banjir di Lembah Hopo, Mamuju merendam pemukiman masyarakat di awal minggu ke-3 Desember 2015.

Apa yg jadi penyebab banjir di Mamuju, Sulawesi Barat ini?

Mirip bersama pemicu banjir paling umum yaitu meluapnya falsafah sungai. Banjir di Desa Lembah Hopo ini berlangsung sesudah hujan yg demikian deras sejak pagi sampai tengah malam hri. Intensitas hujan yg sangat ekstrem ini sudah meluapkan falsafah sungai. Dilansir dari Kantor Informasi Antara, satu orang penduduk korban banjir bernama Djunet mengakui bahwa desanya tiap-tiap memasuki periode hujan tentu miliki potensi banjir yg agung. Lebih-lebih saluran pembuangan air telah sekian lama tidak memadai.

Ketinggian banjir di Lembah Hopo Mamuju mencapai lutut orang dewasa. Imbas paling buruk dari banjir perdana di awal masa peghujan th 2015 ini sudah merendam beberapa ratus pemukiman masyarakat & menutup keseluruhan lintasan jalan dari & menuju ke Desa Lembah Hopo. Laporan dari Djunet, sampai tulisan ini diturunkan, Djunet menyampaikan banjir terparah berlangsung di Desa Lembah Hopo, di mana kendaraan telah tak bisa melintas.

Buat didapati, banjir mula-mula di masa hujan th 2015 ini mengingatkan kembali narasi duka masyarakat Lembah Hopo, Mamuju kala hidup dalam derita pasca banjir bandang yg demikian deras merendam Lembah Hopo terhadap thn 2014 silam.

Ketika itu, salah satu banjir ter buruk di Sulawesi tidak cuma menghancurkan saarana umum diterjang oleh ombak tsunami. Derasnya arus banjir bandang th 2014 silam sempat menciptakan beberapa ratus hunian masyarakat porak poranda.

Ironisnya lagi, kawasan Lembah Hopo, Mamuju ini seakan tidak termasuk juga dalam peta kebencanaan banjir Propinsi Sulawesi Barat. Diwaktu alat nasional menyoroti besar-besaran barangkali banjir di Ibukota Jakarta, justru banjir betulan telah menerjang kawasan terpencil di Sulawesi Barat tapi minim sekali pemberitaan yg mengabarkan mengenai banjir di Mamuju.
Dari laporan Antara juga didapati bahwa sampai sekarang belum ada upaya pemerintah setempat utk lakukan penanganan banjir, termasuk juga upaya pertolongan dari Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Mamuju, Sulawesi Barat. (cal)
img : sindonews
Sumber

Rabu, 16 Desember 2015

Satu Desa di Pasaman Sumbar Dihantam Banjir Bandang

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/banjir-bandang-sumatera-pasaman.jpg


Hujan deras konsisten mengintai bermacam titik di Indonesia. Awan cumulonimbus yg mengambil titik-titik air potensi hujan senantiasa terbentuk pekat di atas langit Indonesia bahkan sejak pagi hri. Keadaan ini terang jadi peringatan waspada banjir & bisa saja tanah longsor pasca hujan berakhir.
Searah dgn prediksi hujan deras yg tetap mengguyur dgn intensitas sedang sampai deras, berderet info informasi berkenaan bencana banjir sejak mulai bersahutan di page fasilitas nasional. Di antara deru panas politik bangsa ini yg tidak serta mereda, mereka yg jauh berada dari Ibukota Jakarta cuma sanggup mengharap iba dikala bencana banjir datang tiba-tiba. Bahkan derasnya air banjir memunculkan tidak sedikit kerugian yg tidak pernah teselamatkan.
Seperti yg belum lama ini berlangsung di Propinsi Sumatera Barat. Nyaris luput terkespos alat, berita berkaitan banjir bandang datang lagi di Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat. Wilayah ini dilaporkan porak-poranda dihantam banjir bandang. Laporan terakhir dari Antaranews menyebut, beberapa ratus Kepala Keluarga mesti diungsikan ke hunian sanak saudara terdekat akibat hunian mereka sebagiannya hancur dihantam banjir bandang.
Semakin rusak & tidak terkendalinya degradasi bantaran Sungai Batang Sumpu ditenggarai jadi penyebab dari datangnya limpahan banjir bandang ini. Padahal menurut penuturan dari Noviar selaku Kepala Jorong Kampung Padang Paraman Daereh, Nagari Air Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping, banjir bandang tidak sempat berjalan di kawasan ini bahkan sejak puluhan thn dulu.
Tetapi dikarenakan kerusakan falsafah bantaran sungai yg semakin parah, banjir bandang yg berasal dari limpahan air di hulu sungai kira kira Bukit Bulat sudah mengalirkan derasnya air kira kira dua kilo meter jauhnya menuju Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman.
Dikutip dari laporan Antaranews, banjir bandang menerjang saat sebahagian gede penduduk Lubuk Sikaping, Pasaman sedang menunaikan shalat maghrib.
Sampai tulisan ini diturunkan belum dikabarkan adanya korban jiwa akibat banjir bandnag ini. Tetapi laporan terkini dari arena lapang menyimpulkan banjir bandang ini sudah menciptakan kerugian materi mencapai beberapa ratus juta sampai lebih dari Rupiah 1 miliar.
Kantor kabar Antara melansir, kerugian paling nampak dari banjir bandang Pasaman ini ialah kerusakana kepada jembatan penghubung desa, tiang listrik yg tumbang, puluhan hunian rusak sedang sampai berat, satu bangunan mushola rusah, & puluhan hektare sawah alami kebanjiran & tidak berhasil panen dikarenakan terendam banjir bandang.
Banjir bandang terhadap dasarnya berjalan sebab derasnya hujan yg kepada hasilnya tidak mampu ditangani oleh falsafah sungai, hal pemicunya sanggup lantaran pendangkalan sungai lantaran limbah juga penebangan pohon sbg resapan air alami disekitar bantaran sungai. Banjir bandang Pasaman berlangsung sesudah hujan deras melanda daerah itu sejak pukul 15.00 WIB, seterusnya lebih kurang pukul 18.00 WIB banjir sejak mulai berlangsung diikuti dgn kiriman material tanah.(cal)
img : lensaindonesia
Sumber

Jakarta Waspada Hujan Deras dan Banjir

Mendung-Jakarta 

Bagi Kamu masyarakat Jakarta, pasti merasakan bagaimanakah berbedanya langit Jakarta memasuki minggu ke3 Bln Desember 2015. Langit mendung yg menutupi nyaris semua bidang kota Jakarta telah muncul sejak pagi. Jadi pertanda bahwa potensi hujan deras mulai sejak semakin tidak jarang mengintai penduduk Jakarta. Bahkan telah sejak tiga hri terakhir, sejak tanggal 14 Desember sinar matahari malas kelihatan & memantulkan panasnya ke gedung-gedung tinggi di Ibukota.
Barangkali hujan deras mengguyur Jakarta dibenarkan dengan cara ilmiah melalui pantauan satelit cuaca dari oleh Tubuh Meteorologi Klimatologi & Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika). Menurut rumus, hujan sejak mulai intensitas sedang sampai deras bakal mengguyur Jakarta dalam sekian banyak hri ke depan. Bahkan berturut-turut sejak pagi sampai tengah malam hri.
Tengok saja dengan cara apa pantauan satelit cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika yg mampu dipandang dengan cara realtime satu jam sekali melalui page satelit.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.go.id, mulai sejak pagi sampai tengah malam diatas pulau Jawa “penuh” bersama kumparan awan cumulonimbus yg ditampilkan dgn warna merah menyala. Awan cumulonimbus merupakan awan yg jadi pemicu hujan badai. Awan yg paling dihindari oleh peawat yg sedang mengudara.
Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika buat potensi hujan di hri ini, Rabu 16 Desember 2015 menunjukkan perkiraan sbg berikut, data dikutip dari laporan Kantor Kabar Antaranews.
Jakarta Utara diprakirakan hujan ringan sejak pagi sampai siang & hujan dgn intensitas sedang tengah malam harinya. Jakarta Barat hujan sedang sejak pagi sampai siang & hujan ringan malamnya.
Jakarta Selatan & Jakarta Timur menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika bakal hujan dgn intensitas sedang kepada pagi hri & hujan ringan siang sampai tengah malam harinya.
Sementara itu, kawasan komuter di seputar Jakarta, seperti Depok, Tangerang, Bekasi, & Bogor pula diperkirakan dapat mengalami potensi hujan yg mirip. Intensitasnya sedang dari pagi hingga siang & ringan terhadap tengah malam hri.
Suhu hawa serta kelihatannya bakal lebih dingin dari suhu umumnya harian Ibukota. di titik terendah suhu Kota Jakarta & sekitarnya dapat berada disekitar 24 derajat celcius, & suhu maksimum ada di 33 derajat celcius.
Menyaksikan keadaan yg begitu, makin hri jelang akhir thn 2015 masyarakat Jakarta sepertinya telah mesti memprioritaskan kesiapsiagaan risiko banjir bandang pasca hujan lebat. Sebabnya, awan hujan berwarna kelabu teramat merata menutupi nyaris seluruhnya kawasan Ibukota. Mulai Sejak dari barat ke timur, & dari utara ke selatan.(cal)
img : antaranews
Sumber

Rabu, 09 Desember 2015

Banjir Bandang Terjadi di Inggris dan Swedia

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/banjir-inggris.jpg

Bencana banjir yakni bencana teratur yg jadi ancaman agung bagi negara-negara miskin & negeri berkembang, tidak selain Indonesia. Banjir ialah masalah basic dari negara-negara yg sedang membangun. Banjir ialah bentuk dari betapa urusan infrastruktur & technologi penahan air hujan tidak berfungsi atau malah belum diterapkan. Apabila memandang negara-negara maju di Eropa, tehnologi & ilmu wawasan alam telah lama diterapkan buat mencegah risiko banjir menggenang pasca hujan deras.
Tetapi satu buah bukti unik & ironis tertulis dalam peristiwa bencana Eropa di Bln Desember 2015 ini. Pernahkah terbayang mungkin saja banjir hebat merendam satu dari beberapa negeri Eropa? Nyata-nyatanya dgn segala kemajuan technologi & infrastrukturnya, Eropa juga sanggup terendam banjir.
Dilaporkan dari Antaranews, perubahan cuaca ekstrem yg jadi makin terang & terlihat di akhir thn 2015 ini sudah membangkitkan risiko banjir gede di sekian banyak negeri sektor barat-daya Swedia. Terkecuali di Swedia, banjir akbar serta berjalan di Inggris.
Tidak Cuma dikarenakan curah hujan yg amat tinggi, banjir di Inggris disebabkan oleh fenomena cuaca berwujud angin topan. Penduduk setempat menyebutnya sebegai angin topan Desmond. Hasilnya, topan dahsyat yg terbentuk dari perubahan tekanan hawa di lautan Atlantik ini sudah mengakibatkan banjir bandang di sektor barat-laut Inggris & sekian banyak wilayah di Skotlandia. Banjir gede di Inggris ini serta sudah memutus pasokan listrik utk puluhan ribu hunian.
Angin topan Desmond mengambil hujan yg teramat deras, penahan banjir juga jebol & falsafah sungai deras merendam lebih dari 60.000 hunian di wilayah di Cumbria, Lancashire, Inggris. Imbas yg paling terasa akibat banjir Inggris ini melumpuhkan pelayanan kereta api, sekian banyak jalan penting & persimpangan jalan juga ditutup akibat banjir. Kantor kabar Xinhua mengabarkan, Mula-mula Menteri Inggris David Cameron melalui akun Twitternya mengkategorikan banjir di Inggris ini yang merupakan banjir parah.
Sementara itu, banjir pula tertulis berlangsung di Swedia. Curah hujan yg begitu parah & ekor dari angin topan Desmond yg pula menghantam Swedia. Menerjang sebahagian akbar wilayah Swedia di awal bln Desember 2015.
Air dari sekian banyak sungai yg mengalir amat deras meluap di dekat Gotheborg, Kota paling besar ke-2 di Swedia. Dinas cuaca Swedia, Swedish Meteorological and Hydrological Institute telah mengeluarkan peringatan kelas 3 waspada banjir utk sekian banyak bagia propinsi di Bohuslan, Vastergotland & Halland, peringatan kelas ialah atau yg paling atas dalam skalanya. Bahkan , Swedish Meteorological and Hydrological Institute menyampaikan, banjir di Swedia kepada 2015 ini sepertinya bakal jadi banjir ter buruk yg berlangsung satu kali tiap-tiap 50 thn sekali.(cal)
img : bbc
Sumber

Banjir Chennai India adalah Banjir Terburuk Seabad Terakhir

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/banjir-chennai.jpg

Desember di Jakarta, periode hujan makin mengguyur deras selagi bln Desember 2015 masihlah sekadar jadi ketakutan & peringatan waspada banjir agung Jakarta seperti tahun-tahun dulu. Hujan yg mengguyur di Jakarta benar-benar kepada kenyataannya belum hingga memunculkan banjir akbar. Segala upaya yg telah diusahakan Gubernur DKI Jakarta, Ahok utk menormalisasi sungai-sungai gede di Jakarta tampak telah mengurangi risiko banjir sedikit demi sedikit. Waktu Ini Jakarta cuma sedang menunggu & menginginkan, mudah-mudahan banjir gede tidak hingga datang seperti di puncak masa hujan setahun dulu.
Di antara kekalutan banjir gede Jakarta, pemberitaan internasional mengabarkan laporan duka yg pass mengagetkan. Suatu banjir akbar bahkan diperkirakan yaitu banjir yg ter buruk tatkala seabad terakhir merendam teramat parah wilayah Chennai, India. Dari bermacam gambar yg bergulir di page fasilitas online mampu diliat segera bahwa banjir Chennai benar-benar merendam amat sangat parah. Bahkan air banjir setinggi nyaris satu m hingga sanggup memasuki Bandara Internasional Chennai, India & menggenangi landasan pacu.
Berikut merupakan 2 argumen kenapa banjir Chennai di bln Desember 2015 disebut-sebut yang merupakan bencana banjir ter buruk sewaktu seabad terakhir :
Jumlah pengungsi korban banjir Chennai mencapai 3 juta orang, korban tewas 269 jiwa
Berapa jumlah korban yg mesti dievakuasi menjauh dari wilayah yg terendam banjir menuju ke penampungan pengungsi? Dari page Antaranews disebutkan bahwa banjir Chennai India sudah memaksa lebih dari 3 juta masyarakat dievakuasi & saat ini tidak mendapati pelayanan basic seperti kesehatan & makanan yg patut di ruangan pengungsian. Banjir paling buruk selagi seabad terakhir dalam histori kebencanaan India ini pula sedikitnya sudah menewaskan tidak kurang dari 269 korban jiwa.
Banjir di Chennai disebabkan oleh curah hujan paling buruk tatkala seabad terakhir
Suatu laporan dari page pemberitaan The Guardian menyebut, banjir bandang yg teramat luas di Chennai, India disebabkan oleh hujan terdahsyat sewaktu seabad terakhir. Hujan yg amat sangat lebat sewaktu nyaris satu pekan berjalan selagi konsisten menerus. Didapati bahwa curah hujan ter buruk ini disebabkan oleh pergerakan angin muson di daratan Asia & satu buah depresi cuaca di Teluk Benggala. Akibat dari bencana banjir dahsyat di Chennai, keadaan Kota Chennai tidak ubahnya kota yg terendam akibat bencana tsunami. Hunian tergenang banjir, hunian sakit, rel keretra, sekolah berakhir beroperasi, pabrik juga tidak terjadi, pembangkit listrik padam keseluruhan, bahkan kilang minyak & bandara internasional ikut terendam banjir.(cal)
img : cnn
Sumber

Kamis, 03 Desember 2015

Sosok Tangguh Atasi Masalah Banjir Jakarta

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/solusi-banjir-jakarta.jpg 

Masa hujan tiap-tiap harinya tetap jadi ancaman yg menakutkan bagi jutaan penduduk Jakarta. Pengalaman panjang berurusan bersama bencana banjir tidak tidak sedikit menciptakan masyarakat Kota Jakarta paham bakal masalah banjir & gimana solusi paling baik buat mengatasinya. Tengok saja betapa banjir Jakarta yakni peristiwa yg konsisten terulang. Tidak peduli siapa pemimpinnya, tidak peduli dengan cara apa tindakan nyata dalam wujud kebijakannya mengenai bencana banjir Jakarta, sampai hri ini belum ada pemimpin yg mampu mengambil Jakarta betul-betul ke luar dari masalah pelik banjir.

Bahkan sekian banyak minggu ini, di antara ancaman banjir yg tetap meningkat, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meraih berita menyangkut mundurnya Kepala Lembaga Tata Air Jakarta. Utk ketahuan, dipermulaan periode hujan ini justru Kepala Lembaga Tata Air DKI Jakarta Tri Djoko Sri Margianto mengundurkan diri dari jabatannya. Padahal sejauh ini, eksekutor kebijakan Ahok yg mampu jadi solusi atas bencana banjir dieksekusi oleh Lembaga Tata Air Jakarta.
Terkait perihal ini, Ahok juga mengakui bahwa Jakarta benar-benar sampai kini belum punyai sosok tangguh yg visioner & dapat menerapkan ide-ide paling baik sbg solusi bencana banjir. Bahkan Ahok juga mengemukakan sejujurnya bahwa sewaktu ini memang lah Lembaga Tata Air belum dapat menjalankan bisnis utk mencegah banjir Jakarta dengan cara maksimal.

Dikutip dari CNN, Ahok menyesali Instansi Tata Air telah berulang kali diminta membangun sheet pile atau turap atau dinding penahan sungai tetapi tiada yg dikerjakan dengan cara segera. Padahal menurut Ahok mengurusi masalah banjir bukanlah satu buah factor yg susah.

Atas basic itu, Ahok tidak menyesali mundurnya Kepala Instansi Tata Air. Sekarang Ini Jakarta cuma tinggal perlu orang yg pas utk isikan posisi strategis sbg eksekutor solusi banjir Jakarta.
Hasilnya, sampai tulisan ini diturunkan, ada info bahwa Gubernur Ahok telah menemukan orang yg serasi isikan posisi Kepala Lembaga Tata Air DKI Jakarta. Tetap dari page CNN didapatkan berita bahwa Ahok telah menjatuhkan pilihannya kepada Teguh Hendrawan, pada awal mulanya Teguh merupakan Wakil Kepala Lembaga Perhubungan & Transportasi DKI Jakarta.

Utk ketahuan, Teguh Hendrawan digadang-gadang sbg orang No. satu dalam Instansi Tata Air, pekerjaan berat telah menunggunya di depan mata. Pasalnya urusan bencana banjir Jakarta merupakan tanggung jawab akbar yg mesti cepat dituntaskan oleh beberapa orang hebat yg bekerja di urusan tata kelola air Jakarta.

Pada Awal Mulanya, Teguh Hendrawan baru empat bln terakhir menjabat yang merupakan Wakadishubtrans, sebelum menjabat sbg Wakadishubtrans, Teguh merupakan Camat Pulogadung, Jakarta Timur.(cal)
img : blogspot
Sumber

Ribuan Warga Diungsikan Akibat Banjir Besar di India

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/banjir-bandang-india.jpg 

Sepertinya periode hujan yg demikian ekstrem akibat dari perubahan cuaca yg amat sangat kasat mata di semua belahan dunia sudah semakin menunjukkan gejalanya. Masa panas teramat terik telah terlewati, seterusnya waktu ini disusul bersama masa dingin ekstrem di negara-negara Eropa & Amerika, pun hujan yg amat deras di sekian banyak negeri Asia.

Seperti yg dikabarkan oleh page CNN, suatu fenomena amat aneh sedang berlangsung di India. Tetap teringat macam mana dahulu di pertengahan th 2015, bencana masa panas yg teramat ekstrem melanda India. 2000 lebih korban jiwa tewas akibat tidak kuat menahan suhu panas di India. Saat Ini bencana hebat kembali melanda India.

CNN melansir laporan berkenaan hujan terderas sepanjang seabad terakhir yg baru saja mengguyur India terhadap Rabu (2/12) tempo hari. Hujan terderas tatkala 100 th terakhir ini mengguyur selagi sekian banyak jam tidak dengan menyusut sama sekali intensitasnya.

Akibat dari hujan terderas sepanjang peristiwa India ini, banjir bandang yg demikian dahsyat menerjang wilayah Tamil Nadu, India. Bahkan seandainya menyaksikan gambar paling baru dari laporan alat lokal India berkaitan banjir bandang ini, air bah kelihatan seperti lautan akibat terjangan tsunami. Mengingatkan kembali menyangkut tragedi tsunami Aceh & tsunami Jepang yg berjalan sekian banyak th silam.

Dari CNN dikabarkan, akibat dari banjir bandang ini, memaksa sedikitnya beberapa ratus ribu masyarakat mesti dievakuasi ke luar dari rumahnya yg terendam banjir, ribuan pabrik juga mesti ditutup, & melumpuhkan seketika arus transportasi & pertolongan yg memakai bandara hawa Chennai.

Gambaran mengenai parahnya bencana banjir yg menerjang India sanggup dipandang dari gimana kisah penyelamatan tim penyelamat korban banjir. Dikisahkan oleh sekian banyak fasilitas lokal India, di sekian banyak ruas jalan India, jalan agung yg sehari hri jadi dulu lintas warga beralih jadi kolam agung bersama kedalaman yg melebihi atap rumah. Dari rekaman yg disebarkan di internet, kelihatan bahwa tim penyelamat hingga mesti menyelam memasuki bangunan-bangunan yg terendam sampai tidak nampak sama sekali atapnya. Kebanyakan ketinggian air banjir sedalam 3 m, dgn luasan banjir yg sama sekali tidak sanggup dibayangkan. Salah satu bencana banjir ter buruk di India, bahkan dunia.

Menurut paparan ahli cuaca India., penyebab bencana banjir agung yg menerjang India yaitu sebab fenomena angin muson timur yg mengambil curah hujan amat ekstrem, ditambah serta dgn system drainasi di India yg memang lah berada terhadap keadaan paling buruk.
(cal)
img : huffypost
Sumber

Rabu, 02 Desember 2015

Banjir di Pematang Siantar Lepaskan 18 Ekor Buaya

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/banjir-pematang-siantar.jpg

Beraneka wilayah rawan bencana di Indonesia kelihatannya telah sejak mulai mesti memprediksi hal-hal yg paling paling buruk, pasalnya periode hujan makin menampakkan gejalanya. Hujan deras disertai petir yg bersahutan dapat menguji sejauh mana aliran air deras bisa ditampung oleh kawasan hilir. Kala kawasan yg lebih rendah posisinya & berada di seputar aliran sungai tidak bisa menampung derasnya limpahan air hujan, sehingga banjir dapat serta-merta datang. Mengambil kerugian yg terang tidak sedikit. Banjir kepada kenyataannya ialah bentuk dari seberapa parah kerusakan hidrologi di satu buah kawasan. Makin jelek kawasan tersebut dalam menampung & menyerap air, sehingga banjir dapat menerjang tidak dengan ampun.

Sesudah tempo hari banjir menerjang wilayah Aceh Selatan, waktu ini minggu mula-mula Desember di buka bersama informasi dari bencana banjir yg merendam Kota Pematang Siantar. Dikabarkan oleh page CNN Indonesia, banjir yg berjalan di Kota Pematang Siantar disebabkan oleh hujan yg demikian deras sejak sore hri menjelang sampai melalui dini hri. Hujan tidak dengan ampun mengguyur deras kepada Selasa Sore (1/12) di Kota Pematang Siantar.

Seketika derasnya air limpahan hujan tidak bisa dibendung oleh aliran sungai maka serentak meluap ke jalan & kawasan perumahan penduduk. Satu elemen yg unik tetapi pernah menciptakan keadaan mencekam di malam ialah banjir rendam Pematang Siantar pernah menciptakan 18 ekor buaya yg berada di lokasi penangkaran terlepas & ikut hanyut dgn aliran air banjir. Sontak berita ini menciptakan penduduk makin khawatir. Tetapi kepada hasilnya, beruntung tidak perlu diwaktu lama bagi Pegawai penangkaran buaya itu utk menguber & kembali menangkap 18 buaya kembali ke kolam penangkaran.

Keseluruhan banyaknya 18 buaya yg dikabarkan lepas ditengah tengah malam disaat banjir menerjang yakni akibat dari derasnya banjir yg melanda kolam penangkaran buaya di Taman Hewan Pematang Siantar. 18 buaya yg lepas biasanya yakni buaya dewasa yg berukuran akbar. Dapat namun, cuma perlu satu jam bagi para Pegawai utk mengembalikan kembali 18 buaya itu ke kolam.
Sementara itu, sampai Rabu pagi ini (2/12) dikabarkan serta bahwa bencana banjir Kota Pematang Siantar serta memunculkan longsoran di jumlahnya titik. Elemen ini dibenarkan oleh Kepala Sektor Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Gede Helfi Assegaf, yg mengabarkan bahwa Sejumlah 14 rumah roboh & tiga rumah warga hanyut terbawa banjir. Banjir & tanah longsor ini serta sedikitnya menciptakan dua orang warga Pematang Siantar tewas. Satu orang tewas akibat tertimbun longsor, & satu orang lagi tewas akibat hanyut terserer arus banjir. (cal)
img : metrosiantar
Sumber

KMGP the Movie Official Trailer

Senin, 30 November 2015

Banjir Bandang di Aceh Selatan Masih Terjadi

Banjir Aceh 
 
Jakarta sedang bersiap banjir. Tidak ada yg sanggup memungkiri bahwa persiapan Pemerintah Propinsi Jakarta dalam mencegah datangnya banjir di periode hujan th 2015-2016 ini benar-benar telah teramat masif dilakukan. Tidak aneh memang lah, pasalnya banjir di Jakarta benar-benar ketakutan yg telah bersi teguh sewaktu berabad silam. Duit digelontorkan utk mengatasi banjir Jakarta, sarana pula ramai-ramai menyorotnya. Tetapi diwaktu masa hujan telah deras membasahi Jakarta, banjir di Jakarta belum mencapai titik terparah.

Justru berita bencana banjir yg ekstrem & parah malah berjalan jauh dari Jakarta. Seperti yg dkabarkan sekian banyak disaat dulu. Banjir bandang masihlah saja menerjang wilayah Aceh Selatan. Tepatnya di wilayah Kecamatan Trumon Tengah. Bahkan banjir bandang di Aceh ini telah berlangung sejak Jumat, (27/11) tengah malam dulu. Sampai artikel ini diturunkan, banjir bandang di Aceh Selatan ini sedikitnya telah menimbun 92 satuan rumah dgn lumpur tebal akibat banjir.
Dilansir dari page Antara, Satu satuan rumah warga yg rusak berat akibat tertimpa pohon kayu, milik Kamarudin (70), sedangkan satu satuan lagi milik Jaiton (50) satu orang janda, pula rusak berat akibat dihantam arus banjir. Sedangkan yang lain cuma tertimbun lumpur. Arus banjir bandang yg menghantam wilayah Aceh Selatan mampu dikategorikan pass parah, pasalnya derasnya arus banjir hingga ikut menumbangkan pohon-pohon akbar & menghanyutkannya dengan cara liar dalam arus banjir.

Akibatnya tidak sedikit rumah penduduk yg dihantam oleh batang pohon-pohon gede. Puluhan rumah yg hancur dihantam pohon agung terdapat di Desa Krueng Bate.
Sementara itu, biarpun banjir bandang di Aceh Selatan ini belum menyebabkan korban jiwa akibat tenggelam terseret arus, tetapi banjir akbar ini telah mengambil kerusakan alat umum yg pass parah. Dilaporkan oleh page CNN Indonesia, banjir bandang di Aceh telah merusak tidak sedikit jalan, jembatan, masjid, sekolah, puskesmas & lahan pertanian milik masyarakat di Aceh Selatan.
Lantas, dikala Jakarta masihlah sedang bersiap menghadapi periode hujan & ancaman banjir, kenapa banjir mampu berlangsung di Aceh Selatan?

Perkiraan banjir di Aceh disebabkan oleh rusaknya aliran sungai, tidak sedikit muara sungai yg tersumbat oleh pepohonan sisa dari pembalakan liar. Akibat penyumbatan aliran sungai ini, derasnya arus pula berpindah membelok ke arah pemukiman masyarakat.
Masihlah dikutip dari CNN Indonesia, Camat Trumon Tengah, Abdul Munir menyampaikan, banjir bandang telah merusak media pipa air bersih. Padahal dalam keadaan darurat ini pipa itu amat dibutuhkan buat mengaliri keperluan air bagi semua penduduk kecamatan tersebut.(cal)
img : merdeka.com
Sumber

Banjir Bandang Aceh, Warga Mengungsi Butuh Air Bersih

Banjir Bandang Aceh 
 
Masa hujan thn 2015 ini tampak makin bertambah intensitasnya. Di antara derasnya hujan, pemberitaan alat masihlah saja berkutat berkenaan persiapan banjir Jakarta yg memang lah telah lama jadi bencana tahunan Ibukota. Tetapi sadarkah Kita bahwa hujan yg seterusnya mengambil bencana banjir merupakan pertanda bahwa Kita belum serta sanggup arif & bijak dalam merawat alam?
Tengok saja berkenaan bencana banjir yg sekarang ini justru berjalan jauh dari Ibukota Jakarta. Dilaporkan dari page Antaranews, banjir gede justru berjalan jauh dari Ibukota. Nyaris tenggelam dalam hingar bingar pemberitaan gonjang-ganjing politik di Senayan. Diperkirakan akibat rusaknya wilayah muara sungai oleh kegiatan penebangan liar sudah jadi penyebab mutlak dari banjir bandang yg menerjang Kecamatan Trumon Tengah, Kab Aceh Selatan sejak Jumat (27/11) dulu. Wilayah dihantam banjir terparah ada di Kecamatan Krueng Bate, Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan.

Lantas macam mana keadaan para pengungsi yg saat ini masihlah menetap di tenda-tenda pengungsian? Umumnya korban pengungsi banjir bandang Aceh yaitu masyarakat Krueng Bate yg mesti diungsikan. Pasalnya air konsisten bergerak makin deras. Bahkan ikut mengambil iumpur & menghanyutkan beberapa ratus batang pohon berukuran akbar sisa penebangan liar.
Sampai tulisan ini diturunkan, pengungsi korban banjir bandang yg menetap di tempat yg lebih aman membutuhkan pasokan air bersih. Seperti dilansir dari page CNN, kepentingan mendesak yg difungsikan masyarakat korban banjir bandang di Aceh Selatan ialah air bersih. Kenapa begitu?
Terjangan banjir dahsyat menghancurkan pipa air bersih yg selagi ini menyalurkan air dari mata air ke rumah-rumah penduduk,

Terkecuali pasokan air bersih, penduduk korban banjir bandang di Desa Krueng Bate Aceh Selatan pun amat sangat membutuhkan sembako & baju, khususnya utk meringankan kegiatan mencari ilmu murid sekolah.

Tapi, terhadap Intinya, air bersih yaitu kepentingan penting yg tetap mendesak utk dipenuhi bagi korban banjir di Aceh Selatan. BPBD Aceh Selatan telah coba utk menyuplai air bersih bagi korban banjir di Krueng Bate bersama mengerahkan beebrapa mobil pemadam kebakaran ke Desa Krueng Bate. Sesudah air banjir perlahan berkurang, nantinya air bersih bakal dimanfaatkan buat membersihkan tumpukan lumpur di rumah penduduk. Dapat tapi disaat air surut, bukan berarti banjir bandang tidak akan terulang lagi. Hujan deras mampu kapanpun datang, apabila aliran sungai penyebab banjir di Aceh Selatan belum dikembalikan ke keadaan alamiahnya, sehingga banjir bandang tentu bakal tetap berulang sampai periode hujan mogok pertengahan th depan. (cal)
img : tribunnews
Sumber

Rabu, 25 November 2015

Pasca Kebakaran Hutan, Ayo Lekas Restorasi dan Reboisasi Hutan

Reboisasi Hutan Ciremai

Tidak sanggup dimungkiri, tragedi kekeringan hebat yg melanda Indonesia khususnya wilayah Pulau Jawa sudah berdampak teramat parah. Tidak cuma merugikan ekonomi masyarakat terutama bagian pertanian sebab aspek kegagalan panen, tapi pun kemarau panjang sudah membakar habis sangat banyak hutan-hutan yg berada di lereng gunung. Tengok saja keadaan hutan alami di sekian banyak gunung di pulau Jawa. Biasanya tentu sempat terbakar hebat beberapa ratus hektare lahan hutan akibat kemarau panjang th 2015. Mulai Sejak dari Gunung Besar Pangrango & Ciremai di Jawa Barat, sampai kebakaran hutan di Gunung Lawu, Merapi, Sindoro, & Sumbing di jateng.

Tetapi sekarang masa kemarau panjang yg amat sangat kering telah berhenti. Semua wilayah Indonesia mulai sejak rata mengalami hujan deras. Hasilnya, bertolak dari kegelisahan sejumlah jumlah luasan hutan yg terbakar di Pulau Jawa, Sebanyak komune bergabung dalam gerakan Jelajah Gunung Jawa Barat (JGJB) mengupayakan jalankan restorasi & reboisasi hutan kembali di kira kira lereng Gunung. Gerakan gabungan ini diikuti 20 komune peminat alam dari beraneka ragam daerah, termasuk juga aktivis Penduduk Relawan Indonesia (MRI) Koordinator Daerah (Korda) Purwakarta.
Program ini perdana kali dilakukan kepada Jumat (20/11), terkecuali MRI Korda Purwakarta, pula diikuti KPGB Bandung, Petualang Sejati di Purwakarta, Penggal Besi asal Bekasi, GPS Subang, Gemawana Bogor, Kaum Anak Bujang Penggemar Alam Karawang (Kampak) Karawang, Peminat Reptil Sumedang, pula puluhan komune yang lain.

Relawan MRI Purwakarta Gigin Ginanjar menyampaikan maksud jalankan jelajah hutan yaitu dalam rangka menonton tingkat kelestarian hutan yg penuh bersama tanaman hijau yg liar. Belakangan, akibat periode kemarau panjang, mengakibatkan banyaknya wilayah hutan terbakar.
“Kawan-kawan yg bergabung dalam JGJB bermaksud menggalang kebersamaan utk kembali menghijaukan tanah kita & menggunakan sebenar-besarnya utk kebutuhan orang biasanya,” tutur Gigin.

Gigin Ginanjar mengemukakan utk perbuatan penghijauan ini, pihak Perhutani ikut turun ke arena lapang. Pihak Perhutani menyumbang 300 bibit dari tiga type pepohonan, ialah Albasia, Mahoni & Jabon.
“Salah satu acara JGJB bertujuan buat melestarikan kembali hutan di Jawa Barat terutama hutan pasca kebakaran akibat dari periode kemarau yg berkepanjangan. Gerakan reboisasi, operasi bersih (OPSIH) lingkungan menjadikan hutan yg sehat lantaran manfaat dari hutan yg sehat benar benar tidak sedikit utk kehidupan manusia antara lain sumber cadangan air, pula pengurangan efek dari rumah kaca dengan cara luas,” tutur Gigin.

Ketua Pelaksana Cheche (35) JGJB mengemukakan aktivitas dengan & tindakan penghijauan yakni dalam rangka menumbuhkan rasa kesukarelawanan peserta pula menumbuhkan rasa cinta pada alam.
Lebih lanjut, info terakhir yg dirilis oleh lama Antaranews, jalur pendakian di Gunung Ciremai, Kab Kuningan Jawa Barat utk sementara diwaktu masihlah ditutup sebab ruang hutan di kira kira kawasan jalur pendakian tetap dalam proses pemulihan & reboisasi ulang. Gunung Ciremai sbg salah satu gunung yg tampan menjulang di Jawa Barat thn 2015 ini dilanda kebakaran hutan pass parah, bahkan berlangsung sampai 3 kali, bersama membakar lahan hutan banyaknya lebih dari 200 hektare lahan. (cal)
img : bluetripper.com
Sumber

Negara NATO Berani Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia

Jet Rusia Ditembak

Kelihatannya keadaan medan perang di Suriah bakal jadi makin parah. Tempo Hari, fasilitas internasional ramai memberitakan berkaitan tragedi jatuhnya pesawat jet Rusia sesudah ditembak jatuh oleh pesawat militer Turki F-16 di dekat perbatasan antara Suriah & Turki. Dari satu kejadian itu, tidak sedikit pihak memprediksi ketegangan dapat makin meruncing. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku sangat marah sesudah mendengar informasi pesawat militer jet tempur Rusia hancur lebur menghujam tanah ditembak militer Turki, salah satu negeri anggota NATO.

Lebih lanjut, Presiden Rusia Vladimir Putin juga serta-merta mengecam Turki yang merupakan negeri sekutu teroris yg cobalah menikam Rusia dari belakang. Putin menegaskan ulah pesawat militer Turki ini bakal meraih konsekuensinya. Utk didapati, tatkala sekian banyak bln terakhir, militer Rusia telah menurunkan kapabilitas hampir full team dgn pasukan militer darat & pesawat tempur dari jejeran “interceptor” SU-24 & “fullback” jet pembom SU-34 diatas langit Suriah. Pertolongan militer Rusia ini segera jadi garda depan dgn pasukan militer Bashar al Assad utk memerangi militan ISIS.

Tapi, tempo hari satu buah kejutan berjalan. Buat mula-mula kalinya dalam 6 dekade terakhir, atau 60 th terakhir, ada negeri anggota NATO yaitu Turki yg berani buat menembak jatuh pesawat jet tempur milik militer Rusia. Dilansir dari CNN, pada awal mulanya kejadian terakhir tertembak jatuhnya pesawat jet tempur militer Rusia berjalan di medan pertempuran Perang Dingin antara Blok Barat & Blok Timur di thn 1950-an.

Tidak Sedikit analisis perang menyampaikan bahwa keberanian Turki utk mengusik sang Beruang Merah Rusia dgn menembak jatuh jet tempurnya merupakan perihal paling berani yg dilakukan oleh negara-negara NATO selagi 6 dekade terakhir. Seperti yg didapati, Turki yakni negeri yg jadi anggota dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization. NATO merupakan suatu organisasi internasional yg dibentuk utk menjaga keamanan dengan. Para anggotanya yaitu negara-negara Eropa & Amerika Utara, termasuk juga Turki.

Berdasarkan catatan peristiwa seperti dikutip dari page CNN Indonesia, dulu terakhir kali negeri anggota NATO berani mengusik & menembak jatuh jet tempur Rusia berlangsung terhadap Perang Korea ditengah Perang Dingin masa thn 1950-an. Ketika itu, satu buah pesawat tempur Uni Soviet yg beroperasi berbarengan dgn militer China & Korea Utara ditembak jatuh oleh militer Amerika Serikat, negeri anggota NATO yg punyai militer terkuat.

Tetapi saat ini, Turki menunjukkan supremasi & keberaniannya dgn bertindak tegas kepada pesawat jet tempur Rusia yg ditembak jatuh di dekat perbatasan Turki-Suriah. Biarpun sesudah jatuhnya jet tempur merekam, Putin telah mengirimkan kapal perangnya ke lepas pantai Suriah di dekat Latakia buat memperkuat pertahanan udaranya, tapi Turki konsisten bersikeras membenarkan tindakannya menembak jatuh jet tempur Rusia.

Pasalnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkeras perbatasan mereka sudah dilanggar sekian banyak kali oleh jet tempiur Rusia & langkah itu telah cocok.(cal)
img : turner.com
Sumber

Hari Guru Nasional: Guru Tak Pernah Lelah Berkarya

Hari Guru Nasional

Tertanggal 25 Nopember 2015, Indonesia merayakan peringatan yg mungkin saja paling sering luput di dalam benak, padahal subjek yg dirayakaan tidak sempat terlepas dalam tradisi kehidupan sehari-hari, dari sejak mungil sampai tumbuh dewasa, Beliau yakni guru. Ya, 25 Nopember ini dirayakan juga sebagai haru guru nasional.

Bangsa ini bukanlah apa-apa tidak dengan ada rasa ikhlas & pengorbanan menakjubkan dari jutaan orang yg ingin menjalankan profesinya juga sebagai guru. Dalam peluang Puncak Simposium Guru & Tenaga Kependidikan guna memperingati Hri Guru Nasional di Gedung Istora Senayan, Jakarta Pusat terhadap Selasa (24/11) tempo hari, Presiden Joko Widodo mengemukakan guru merupakan penghasil produk-produk paling baik anak bangsa yg nantinya dapat memimpin negara ini.

Bahkan di sela ucapannya, Joko Widodo mengakui bahwa Dia tidak dapat sanggup jadi apapun tidak dengan jasa satu orang guru yg mendidiknya sejak sekolah basic. Joko Widodo menyampaikan bahwa kepribadiannya juga sebagai seseorang Presiden Indonesia yakni karya guru-gurunya dulu.
Utk ketahuan, tiap-tiap tahunnya Indonesia memang lah menjadikan tanggal 25 Nopember sbg perayaan Hri Guru Nasional. 25 Nopember ini jadi momentum seluruhnya anak bangsa yg mengaku sempat memperoleh pengajaran & bentukan sifat-sifat kemanusiaan paling basic dari seseorang guru buat mengingat & menghormati karya nyata seseorang guru, apapun keahliannya, apapun mutu sekolahnya.

Karya nyata guru tidak cuma dalam wujud kepribadian & keilmuan yg tertanam di tiap jiwa pemimpin bangsa ini. tetapi karya nyata guru pun tercermin dalam pengabdiannya di tiap kota-kota agung, sampai ke wilayah pelosok desa, wilayah terisolir dari ingar bingar & gemerlap kota, & wilayah-wilayah perbatasan negara yg buat mencapainya saja perlu perjuangan bertarung nyawa. Di thn 2015 ini, perayaan hri guru membawa tema ‘Guru Mulia Sebab Karya’.

Bersama penuh hormat, Presiden Joko Widodo juga memberikan apresiasi & tanda penghormatan setinggi-tingginya bagi para guru yg memegang komitmen pengabdiannya di wilayah pulau-pulau terdepan, & rela buat menapaki jalan puluhan kilo meter buat mampu konsisten berkarya.
Terhadap intinya, sekolah yang merupakan media pencetak pemimpin bangsa paling baik bukanlah sekadar sbg area buat menuntut ilmu & pengatahuan baru. Tapi peranan satu orang guru di tiap ruang-ruang kelas ialah yang merupakan agen pengubah karakter bangsa. Melalui area kelas yg tidak seberapa gede, karakter bangsa Indonesia terpandai dapat dibentuk & dicetak.

Apalagi waktu ini Indonesia sedang mengalami momentum paling baik utk jadi bangsa yg beralih positif, pasalnya Indonesia sedang mengalami apa yg namanya bonus demografi. Artinya jumlah anak bujang yg tetap menggali ilmu di ruang-ruang kelas dengan para guru-guru paling baik jauh lebih tidak sedikit di bandingkan jumlah orang sepuh yg tak produktif.
Artinya dalam momen Hri Guru Nasional ini, peran guru buat tetap berkarya miliki urgensi mutlak buat menumbuhkan karakter jagoan yg mentalitas positif, kreatif, kompetitif, tetapi konsisten mempunyai keluhuran budi pekerti yg tinggi & solidaritas sosial yg kuat. (cal)
img : radarpena
Sumber

Cara Bekasi Antisipasi Banjir 2015


 
Dikala curah hujan makin meninggi, ancaman risiko banjir pula seketika menyapa. Bahkan terkadang, banjir datang tidak dengan diperkirakan diawal mulanya, lantaran belum pasti curah hujan yg turun di area banjir merupakan penyebab mutlak dari limpahan air. Seperti yg berlangsung kepada kasus banjir Jakarta & banjir Bekasi th diawal mulanya, air banjir yg menggenangi Bekasi & Jakarta umumnya yakni limpahan dari hujan deras yg berlangsung di wilayah hulu, antara Bogor sampai Depok. Sehingga dari itu, terkadang banjir tidak sanggup diprediksi. Aliran air mampu tiba-tiba beralih deras seiring dgn meningkatnya curah hujan. Kalau telah begitu, cuma berdiam diri mengawasi ketinggian air bukanlah solusi antisipasi banjir. Trik paling baik yakni masihlah laksanakan perbuatan nyata.

Bertolak dari kenyataan itu, banyaknya antisipasi datangnya banjir telah mulai sejak disiapkan di wilayah kurang lebih Ibukota Jakarta. Mencari Ilmu dari pengalaman thn dulu, banjir serta demikian parah menerjang wilayah Bekasi. Laporan teranyar dari Antaranews menyebut jumlahnya kawasan di Kota Bekasi, Jawa Barat telah sejak mulai lakukan bermacam macam latihan antisipasi banjir. Sumber penting banjir Bekasi adalah limpahan dari Kalimalang Jakarta Timur mesti diprediksi risikonya sedini kemungkinan.

Dilansir dari Antaranews, Camat Bekasi Barat Tajudin menyampaikan bahwa sejauh ini penduduk di wilayahnya telah mulai sejak bergotong royong melaksanakan perbaikan saluran air & infrastruktur jalan yg diprediksi bakal menghambat laju air & memunculkan genangan apabila hujan deras turun. Utk ketahuan, masalah pelik yg mengintai & menambah parah bencana banjir di Jakarta & Bekasi juga kota-kota komuter yang lain di lebih kurang Jakarta yaitu dikarenakan masalah saluran air yg tidak sempat beres. Saluran air yg tersumbat bakal menggenangi jalan & kepada hasilnya menenggelamkan rumah penduduk, biarpun cuma setinggi mata kaki sampai lutut.

Dari pengalaman itu, Camat Bekasi Barat dengan cara bertahap menggerakkan partisipasi penduduk buat laksanakan normalisasi saluran air di sekian banyak titik, terutama dijalan yg dekat perumahan. Sebab dari saluran air yg tersumbat inilah luapan banjir bandang perdana kalu muncul mengambil derita.

Sejauh ini, tetap dikutip Antaranews, telah tuntas kurang lebih enam titik saluran air yg dilakukan bisnis normalisasi sebab sedimentasinya lumayan tebal. Normalisasi itu di antaranya berada di Kali Beringin, Kali Cakung, Kali Bong & sodetan Banjir Kanal Timur (BKT).

Tidak Hanya wilayah Bekasi Barat, ruangan lain yg telah menyiapkan sejak dini antisipasi bencana banjir adal diwlayah kurang lebih Pondokgede Permai yg lokasinya bersebelahan dgn Kali Bekasi.
Penduduk di tempat ini telah akrab dgn banjir bandang lumayan parah tiap-tiap tahunnya akibat limpahan curah hujan yg deras di kawasan Cikeas & Cileungsi Kab Bogor. Lantaran aliran Kali Bekasi bertambah deras disekitar Cikeas & Cileungsi & seterusnya melintasi seputar Pondokgede Permai sebelum bermuara di pantai utara Bekasi.(cal)
img : harianterbit
Sumber

Banjir Bandang Binjai

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/11/banjir-kota-binjai.jpg 

Memasuki minggu ke empat Bln Nopember 2015, curah hujan mulai sejak makin deras di nyaris semua wilayah di Indonesia. Bagaikan alam yg sedang balas dendam, hujan turun demikian deras seperti menjawab derita kekeringan parah thn 2015 yg menerjang Indonesia. Hujan yg turun dgn derasnya senantiasa identik dgn potensi & risiko bencana banjir. Tidak dapat dimungkiri, apabila telah berbicara urusan banjir tentu seluruhnya alat bakal menurunkan narasi berkenaan banjir di Jakarta. Tetapi meski beraneka sarana memberitakan persiapan pencegahan banjir di Jakarta, justru ironisnya banjir agung menerjang wilayah lain, bahkan berjarak teramat jauh dari Ibukota Jakarta.

Dari page Antaranews dilaporkan wilayah Kota Binjai di Sumatera Utara diterjang banjir bandang yg mampu dikategorikan amat sangat parah. Tinggi air banjir mencapai dua m atau menenggelamkan utuh dari kepala sampai kaki orang dewasa. Banjir bandang menerjang Kota Binjai di tiga kecamatan. Berdasarkan prediksi penduduk setempat, banjir bandang Kota Binjai ini menyebabkan kerugian yg akbar bagi masyarakat, pasalnya banjir akbar datang tidak berselang lama dari perpindahan masa ke kemarau ke masa penghujan, persiapan penduduk dalam mengantisipasi banjir di Kota Binjai dinilai masihlah nihil.

Kepala Tubuh Penanggulangan Daerah Binjai Yus Rizal mengemukakan bahwa sedikitnya ada tiga kecamatan yg terendam banjir, ialah Binjai Selatan, Binjai Kota, Binjar Timur. Kerugian akibat banjir agung ini merendam lebih dari 1.500 rumah penduduk dgn ketinggian air banjir yg mirip, nyaris mencapai dua m, atau nyaris menyentuh genteng rumah masyarakat.

Penduduk Binjai yg terendam banjir menyampaikan bahwa banjir di th ini datang dengan cara tiba-tiba, bahkan wilayah terdampak banjir & ketinggian airnya jauh lebih parah di bandingkan dgn banjir di th dulu. Curah hujan yg amat sangat tinggi dalam sepekan terakhir di Sumatera Utara jadi pelaku mutlak banjir bandang di Binjai ini.

Laporan dari Antaranews menyebut, Banjir terparah mencapai ketinggian dua m berada di Sei Mencirim & Jalan Bonjol, di mana umumnya penduduk dilokasi tersebut mengungsi.
Seandainya diperhatikan lebih jauh, ketinggian banjir yg mencapai dua m, sudah menenggelamkan semua rumah dari permukaan tanah sampai menutupi genteng rumah. Masihlah dilansir dari page Antaranews, satu orang penduduk yg terdampak banjir, Elvi, menuturkan bahwa di ruang tinggalnya ketinggian air telah menenggelamkan rumahnya. Semua peralatan rumah tangga & isinya tak ada yg mampu diselamatkan, semuanya hanyut terbawa banjir. (cal)
img : merdeka.com
Sumber

Selasa, 24 November 2015

Rusaknya Bantaran Sungai Ciliwung

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/11/bencana-banjir-jakarta.jpg 


Bagi penduduk Jakarta, memasuki masa hujan tidak selamanya dianggap juga sebagai barokah & sumber kehidupan yg baik. Sebab hujan bagi Jakarta justru malah jadi momok menakutkan. Bahkan jadi kekhawatiran yg berlebihan bagi sebahagian agung penduduk Jakarta yg tinggal di wilayah dekat Sungai atau kali. Kenapa begitu?

Selagi dekade terakhir bahkan dalam rentang dikala satu abad terakhir, banjir & kisah Jakarta tidak sempat dapat dilepaskan. Dikarenakan dengan cara keadaan geografis saja, Jakarta itu bagaikan Kota Amsterdam & Rotterdam di Belanda. Lokasinya berada dibawah permukaan laut. Sehingga wajar saja bila telah sejak seabad dulu, air teramat gampang masuk & menggenangi wilayah tengah Kota. Limpahan air yg lebih gede sedikit saja volumenya kiriman dari wilayah hulu di Bogor & Puncak, Jawa Barat bakal jadi sumber ketakutan, sebab derasnya aliran air kiriman dari Bogor itulah banjir di Ibukota Jakarta bisa serentak menggenang pasca hujan berhenti.
Lantas dari beraneka sumber penyebab banjir Jakarta yg mampu disalahkan, apa sesungguhnya yg jadi masalah paling penting dari bencana banjir di Jakarta yg konsisten terulang sewaktu seabad terakhir?

Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya sempat mengungkapkan satu factor bahwa kerusakan ekosistem di sepanjang aliran Sungai Ciliwung diprediksi jadi penyebab paling mutlak dari kasus banjir Jakarta. Kenapa begitu?

Selagi sekian abad dulu, Sungai Ciliwung telah jadi sumber kehidupan warga sepanjang aliran sungainya. Mulai Sejak dari Bogor sampai berhenti di Teluk Jakarta. Tapi sewaktu perjalanan pertumbuhan warga yg begitu sesak di wilayah Jakarta & Kota Komuter di lebih kurang Jakarta, sehingga ekosistem di sepanjang aliran Ciliwung serta semakin hancur tidak terkendali.
Tengok saja bagaimanakah keadaan sepanjang aliran Ciliwung hri ini. Business normalisasi sungai Cilwung yg digerakkan oleh Pemprov DKI Jakarta serta sepertinya cuma terjadi di sekian banyak titik wilayah Ciliwung yg padat warga & bahkan mendirikan bangunan liar di pinggirannya. Seperti di wilayah Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Padahal kenyataanya Sungai Ciliwung mengalir panjang, & kerusakan wilayah bantaran Sungainya serta sudah menjalar jauh dari Hulu sampai Hilir Cilwung tidak dengan tidak hanya.
Permasalahan yg sekarang ini sedang dirundung oleh Sungai Ciliwung di antaranya yaitu masalah lahan kritis bersama erosi & sedimentasi tinggi, fluktuasi debit tinggi antara masa kemarau & penghujan. Bayangkan saja, beda debit air Sungai Ciliwung di masa kemarau & masa penghujan bahkan menembus angka lebih dari 300 kali lipat! Keadaan ini menandakan bahwa Daerah Aliran Sungai Ciliwung memang lah sungguh berada dalam keadaan sangat buruk.

Sehingga wajar saja, kalau tiap-tiap tahunnya bencana banjir di Jakarta senantiasa tetap berulang. Entah hingga kapan penduduk Jakarta menyadari & mulai sejak membenahi penyebab mutlak banjir di Kotanya, maka bukan lagi memangku tangan kepada bisnis Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. (cal)
img : tribunnews
Sumber

Bencana Banjir Bandang pun Terjang Wilayah Aceh

Banjir Aceh

Sekian Banyak pekan terakhir, konsentrasi fasilitas tetap menyorot terhadap upaya pencegahan bencana banjir yg berisiko dapat merendam lagi wilayah Jakarta & sekitarnya. Tidak sanggup dielak lagi, bencana banjir Jakarta benar-benar telah mengakar panjang dalam histori berkembangnya Kota Jakarta. Tidak lagi berusia puluhan th, banjir di Jakarta bahkan telah terdaftar sejak era kolonialisme dulu atau lebih dari seabad dulu. Tetapi maukah Kita memalingkan perhatian sejenak dari risiko banjir di Jakarta?

Lantaran terhadap kenyataannya, banjir tidak cuma berlangsung di Jakarta saja. Sekian Banyak wilayah di Indonesia memang lah telah sejak mulai merata diguyur hujan deras, potensi banjir serta merata dari Sabang sampai Merauke.

Satu wilayah di Indonesia yg telah mengalami masa hujan lumayan deras ialah Propinsi Aceh. Perbedaan tekanan hawa di kira kira Teluk Bengal & Samudera Hindia sebelah barat Aceh sudah berdampak kepada cuaca yg teramat ekstrem di Aceh. Hujan deras disertai angin kencang condong berciri puting beliung muncul di sekian banyak wilayah Aceh terhadap awal Nopember 2015 ini. Hujan deras & cuaca ekstrem Aceh ini serta hasilnya sebabkan banjir di sekian banyak titik.
Sekian Banyak daerah di Aceh telah tenggelam oleh banjir bandang sejak sekian banyak minggu terakhir, Dilansir page Mongabay, bencana banjir & longsor dilaporkan berlangsung wilayah Gayo Lues, imbasnya banyaknya jalan terisolir, dulu lintas yg menghubungkan ke Kab itupun lumpuh sebab amblasnya jalan.

Terkecuali merendam Gayo Lues, banjir pula dilaporkan merendam wilayah Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Kota Subulussalam, Pidie, Nagan Raya, Aceh Utara & Aceh Tengah.
Berita terakhir datang dari wilayah Kab Aceh Singkil. Berdasarkan laporan dari Warga Relawan Indonesia (MRI) Aceh, wilayah Aceh yg saat ini tetap terendam banjir ada di di Desa Rantau Gedang, Kecamatan Singkil Barat, Kab Aceh Singkil.

Menyikapi urusan emergency penanggulangan bencana banjir di Aceh ini, Tindakan Langsung Tanggap (ACT) dengan Warga Relawan Indonesia (MRI) Aceh, mendistribusikan pertolongan Logistik utk korban banjir di Desa Rantau Gedang.
Rozi, koordinator penyaluran pertolongan mengemukakan pertolongan disalurkan ke penduduk terdampak banjir di wilayah-wilayah terisolir. Elemen ini, kata Rozi, utk menentukan pertolongan biar serasi sasaran.

“ Diwaktu ini daerah tersebut terisolir & amat sangat perlu pertolongan terutama logistik, sesudah nyaris 1 pekan rumah mereka terendam banjir akibat luapan sungai alas,” kata Rozi terhadap ACTNews, Sabtu (21/11). “ Pertolongan sendiri sudah kami salurkan Kamis yg dulu. Pertolongan berupa beras, biskuit, buah, baju, handuk, & hijab.

“Alhamdulillah pertolongan sudah sudah kami distribusikan terhadap penduduk korban banjir yg mayoritas mereka merupakan para penangkap ikan ikan muara sungai, mereka amat menyukai mendapati pertolongan ini, mudah-mudahan pertolongan ini berguna utk mereka,”pungkas Rozi.
Baharudin (45), Keuchik (Kepala Desa) Rantau Gedang mengucapkan trimakasih terhadap ACT yg jauh-jauh turun menolong warganya yg jadi korban banjir.

“Ini mula-mula kali kami memperoleh pertolongan. Pada Awal Mulanya belum ada pertolongan pada penduduk kami. Kami ucapkan terima kasih pada ACT yg telah bersedia jauh-jauh datang meski ke desa kami. Desa kami memang lah pass terisolir, maka buat hingga terhadap kami mesti memanfaatkan robin (sampan bermesin tempel),” papar Baharudin.(act.id)
Sumber

Senin, 23 November 2015

Bisakah Pemprov DKI Jakarta atasi Bencana Banjir Jakarta?

Solusi Banjir Jakarta
Periode hujan telah mulai sejak terbiasa dirasakan bagi jutaan masyarakat Jakarta & masyarakat di kota-kota komuter kira kira Jakarta. Tiap menjelang sore hri, hujan yg turun bahkan condong deras & petir bersahutan. Hujan di bln Nopember ini menjadi barokah yg telah sejak sekian lama ditunggu, dinanti, & di inginkan sesudah berbulan-bulan dulu dihantam bencana kekeringan panjang tidak ada akhir.

Waktu Jakarta masuk ke masa hujan, potensi yg paling utama buat diwaspadai lebih-lebih jika bukan potensi banjir. Jakarta & banjir merupakan dua factor yg tidak dapat dipisahkan, bahkan sejak era kolonial beberapa ratus thn dulu. Memasuki periode hujan th 2015, sekali lagi jadi momentum pertaruhan bagi Pemerintah Propinsi DKI Jakarta buat membuktikan bahwa banjir Jakarta setidaknya telah sejak mulai menyusut risikonya. Milyaran rp telah digelontorkan utk mengembalikan keadaan daerah aliran sungai yg melewati Jakarta, merelokasi warga liar yg sekian puluh thn menempati wilayah pinggiran sungai.

Dulu, waktu upaya pencegahan utk normalisasi sungai Jakarta telah begitu kompleks dilakukan. Business lebih-lebih yg sanggup dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta utk atasi bencana banjir Jakarta?

Seseorang pengamat perkotaan Perkotaan Kampus Trisakti Jakarta, Yayat Supriatna menyampaikan bahwa genangan air kelihatannya tidak bakal bisa jadi sanggup menghilang dari Jakarta. Kenapa sebabnya? Tidak Cuma masalah aliran sungai yg tertunda, penyebab lain banjir Jakarta merupakan urusan drainase atau pompa penyedot air.

Seperti dilansir dari page CNN Indonesia, Yayat Supriatna mengisahkan bahwa drainase Jakarta itu kebanyakan telah berumur lanjut umur. Biasanya system drainase Jakarta dibangun di th 1970 an. Waktu Ini telah nyaris setengah abad drainase itu bekerja keras menyedot segala bisa jadi banjir & genangan air di jalan-jalan ibukota.

Yayat menegaskan, salah satu solusi banjir Jakarta yakni bersama mengoptimalkan pompa air yg ada di Jakarta. Pindai yg rusak & telah berumur uzur. Pompa air inilah yg nantinya dapat efektif utk mengatasi genangan di jalan-jalan ibukota Jakarta dikala hujan deras melanda.

Intinya pemakaian pompa air mesti dioptimalkan & diperhatikan. Banjir Jakarta tidak cuma disebabkan oleh sungai agung yg tersumbat sampah, tetapi pula dikarenakan tidak sedikit pompa-pompa air yg telah sepuh & sekian thn tidak diperbaiki. Akibatnya terang, hujan sedikit saja, genangan air bakal menutupi jalan raya di Jakarta. Bahkan genangan air yg lumayan dalam tidak jarang berjalan di sepanjang jalan Sudirman yg notabene ialah jalan protokol penting yg membelah Jakarta dari arah Blok Meter menuju Monas & Istana Negeri.

Ingin ditaruh di mana muka bangsa ini waktu orang asing menyaksikan cepat keadaan Jakarta yg terendam banjir, mereka tentu dapat serta-merta tanya “Jika Jakarta saja telah banjir, gimana dgn wilayah lain di Indonesia yg demikian luas ini?(cal)
img : cnnindonesia
Sumber

Banjir dan Kekeringan Dampak Air Tanah Yang Hilang

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/11/penyebab-banjir.jpg 

Siapa yg mampu mengelak bahwa Indonesia negara yg mempunyai dua masa ini senantiasa berada di bawah bayang-bayang bencana alam yg ironisnya senantiasa berlangsung bergantian di dua msuim itu, ya bencana banjir & kekeringan telah semacam menjadi kebiasaan di Indonesia. Entah kenapa kekeringan & banjir senantiasa datang bersahutan. Seperti yg berulang di th ini, dikala kekeringan panjang menghantam Indonesia sejak Maret sampai Oktober 2015, setelah itu cepat disusul oleh risiko banjir di kota-kota gede macam Jakarta, Semarang, Bandung, Manado, & kota-kota komuter di lebih kurang Jakarta.

Jadi pertanyaan agung, apa sesungguhnya yg menjadi dikarenakan mutlak terulangnya bencana banjir & kekeringan di Indonesia tiap-tiap tahunnya? Pantas direnungkan lebih jauh bahwa salah satu penyebab rutinnya risiko banjir & kekeringan yg terulang tiap th adlah sebab ketiadaan atau hilagnya stok air tanah (green water). Macam Mana mampu begitu? Penjelasan ilmiah atas penyebab bencana banjir & kekeringan di Indonesia ini dikemukakan oleh Direktur Kehutanan & Konversi Sumber Daya Air Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Basah Hernowo seperti yg dilansir dari page CNN Indonesia.

Menurut Hernowo, dengan cara kajian ilmiah, tanah Indonesia yg demikian subur telah seharunya jadi barokah utk mencegah banjir & kekeringan, tapi apa yg berlangsung justru sebaliknya. Potensi kekeringan & banjir masih muncul. Sebabnya yaitu keberadaan air tanah (green water) yg makin kritis. Sekarang keberadaan air tanah di Indonesia telah tidak sebanding dgn jumlah air mengalir atau yg biasa dinamakan yang merupakan blue water. Padahal air yg tersimpan di dalam tanah telah terbukti bakal dipakai buat mencegah terjadinya kebakaran hutan & kekeringan panjang di periode kemarau, & mencegah meluapnya air jadi banjir di masa hujan.

Hernowo menjawab satu buah pertanyaan gede yg berkecamuk di kepala tiap penduduk Indonesia berkenaan satu buah kebimbangan “kenapa banjir & kekeringan berlangsung di Indonesia?”. Paparan Hernowo menuturkan bahwa penyebabnya ialah lantaran green water telah menghilang dari dalam tanah. Di Indonesia, daerah yg masihlah hijau keberadaan air tanahnya cuma di Papua & Kalimantan yg benar-benar populasinya amat jauh tidak sama di bandingkan Jawa.

Menurut data statistik yg dirilis oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, waktu ini keberadaan air tanah yg terpendam di dalam tanah Pulau Jawa cuma se gede 35 prosen saja. Padahal idelanya keperluan persentase air tanah bagi Pulau Jawa supaya tehindar dari bencana banjir & kekeringan setidaknya mesti ada banyaknya 64 % dari jumlah keseluruhan air yg turun kala periode hujan.

Imbasnya, diwaktu air tanah habis, sehingga pulau Jawa di masa kekeringan dapat makin kering & kesusahan air, sedangkan di periode hujan, air tanah tidak mampu terserap ke dalam tanah & beralih jadi bencana banjir.(cal)
img : techinasia.com
Sumber

3 Penyakit Khas Bencana Banjir

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/11/penyakit-khas-banjir.jpg

Langit Indonesia mulai sejak ditutupi oleh awan mendung hujan yg teratur menyapa di tiap sore hri. Ya, barokah masa hujan yg telah sekian lama ditunggu juga sejak mulai tiba. Kemarau panjang yg mengambil derita sejak bln Maret sampai Oktober thn 2015 perlahan mulai sejak lenyap & berganti bersama periode hujan.

Tetapi masa hujan tidak senantiasa jadi barokah, di antara derasnya hujan serta terselip sekian banyak risiko penyakit yg mampu menyerang siapapun di masa hujan. Terutama bagi wilayah yg akrab dgn bencana banjir, seperti Jakarta & kota-kota komuter disekitar Jakarta. Dilansir dari Antaranews, Men Kes Nla F Moeloek memberikan himbauan terhadap penduduk utk senantiasa menjaga kesehatan saat periode hujan tiba, apalagi bila hujan deras yg turun beralih jadi bencana banjir.
Banjir ialah genangan air yg meluap menutupi jalanan & rumah-rumah masyarakat kala limpahan air datang tidak dengan sanggup ditampung oleh sungai. Seluruh orang mesti menyadari bahwa genangan air itu mengandung risiko berbahaya bagi kesehatan. Berikut yakni 3 penyakit khas bencana banjir yg tidak jarang berlangsung di periode penghujan :

Penyakit Leptospirosis

Penyakit ini barangkali telah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Jakarta yg tidak jarang terendam banjir. Leptospirosis ialah penyakit yg disebabkan oleh bakteri yg dinamakan juga sebagai bakteri leptospira. Penyakit ini ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus. Di wilayah Indonesia yg tidak jarang terendam banjir, Leptospirosis kebanyakan menular lewat kotoran & air kencing tikus. Kala masuk masa hujan & sebuah wilayah sejak mulai tergenang banjir, tikus-tikus dapat ikut ke luar dari sarang & berkeliaran di antara air banjir. Kotoran & kencingnya dapat terkontaminasi cepat dgn air banjir. Kalau ada kulit manusia yg terluka yg terendam banjir, mampu dijamin risiko leptospirosis ini dapat makin gede.

Penyakit diare

Penyakit diare ini telah sekian lama erat kaitannya dgn kebersihan diri atau individu. Waktu banjir merendam, pasti kebersihan bakal jadi prioritas No. dua. Akibatnya air minum & sumur dangkal dapat miliki potensi tercemar bakteri & kotoran dari banjir. Apalagi kalau di area pengungsian korban banjir, sarana sanitasi & pangan yg diberikan ala kadarnya, serba terbatas & minimnya ketersediaan air bersih. Aspek ini bakal semakin mempercepat potensi timbulnya penyakit diare kala banjir.

Penyakit demam berdarah

Demam berdarah yaitu penyakit yg disebabkan oleh ulah nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk kategori ini rata-rata semakin tidak sedikit populasinya di periode penghujan. Pasalnya kala masa hujan, dapat ada sangat banyak kaleng kaleng secon, ban secon, & ember-ember di dekat rumah yg terisi air hujan & membuahkan genangan. Genangan air inilah yg jadi lokasi berkembang biaknya nyamuk demam berdarah. Sehingga dari itu, bila masuk periode hujan lebih-lebih banjir, risiko tertular penyakit demam berdarah bakal serentak meningkat drastis. (cal)
img : Republika
Sumber

Rabu, 18 November 2015

Bidaracina Jakarta Mulai Banjir




Banjir Jakarta
Hujan sejak mulai deras mengguyur teratur Ibukota Jakarta, nyaris tiap-tiap harinya menjelang sore hri. Saat langit sejak mulai mendung, 11 juta warga Jakarta juga sejak mulai ketar ketir kepada ancaman banjir yg dapat datang kapanpun tidak dengan peringatan pada awal mulanya. Keadaan drainase & saluran air di Jakarta mampu dibilang telah teramat kacau. Upaya masif Pemerintah Kota DKI Jakarta diperkirakan serta tidak ingin sanggup mencegah banjir agung, pasalnya limpahan air hujan dari Bogor terkadang dapat meluap hingga tidak terkira derasnya.

Hasilnya, fakta serta bicara, meski sekian banyak ketika dulu Pemerintah DKI Jakarta telah mulai sejak melaksanakan normalisasi Sungai Ciliwung di lebih kurang kawasan Kampung Pulo, tapi konsisten saja wilayah disekitar Ciliwung & Jatinegara ini masihlah terendam banjir.
Dilaporkan dari page Act.id, air bah kiriman hujan deras yg berlangsung di Bogor terhadap Senin (16/11) tempo hari sudah meluapkan Air Sungai Ciliwung. Imbasnya kawasan di hilir Sungai Ciliwung kira kira Bidaracina, Cililitan, & Bukit Duri serta terendam. Ke3 wilayah ini lokasinya benar-benar berada serasi di tepi aliran sungai Ciliwung.

Mengantisipasi bisa saja banjir kawasan Bidaracina semakin memburuk, tim rescue dari Tindakan Serta-merta Tanggap serta mengemukakan siaga 1 utk laksanakan tindakan evakuasi masyarakat kalau benar-benar dipakai. Sementara ini sampai tulisan ini diturunkan, dua group rescue yg telah berpengalaman panjang dalam urusan banjir Jakarta telah siap siaga di ruangan rawan banjir Bidaracina bersama dua perahu karet.

Komandan Tim Rescue ACT Anang Herdiana mengemukakan pihaknya sudah dapat mengidentifikasi titik-titik rawan banjir di Jakarta, maka kesiapsiagaan buat antisipasi resiko negatif periode hujan th ini sanggup lebih diminimalisir.

Biarpun memang lah banjir di Bidaracina terhadap Senin tengah malam dulu belum terlampaui parah, tapi evakuasi penduduk terus mesti dilakukan, pasalnya air naik nyaris setengah m ke perumahan masyarakat di Bidaracina. Penduduk yg tidak mempunyai rumah berlantai dua mesti dievakuasi ke ruang yg lebih tinggi.

Menyikapi bisa jadi banjir Jakarta yg makin jelang puncaknya, Penduduk Relawan Indonesia (MRI) Jakarta Raya sudah siap siaga hadapi dampak bencana di periode penghujan. Tidak Hanya menciptakan Posko Siaga Bencana di jumlahnya titik di Jakarta, MRI menetapkan seperti di tahun-tahun pada awal mulanya bahwa kantor Tindakan Langsung Tanggap di Ciputat jadi Posko Induk Siaga Bencana.

Muhammad Affan, Ketua MRI Jakarta Raya mengungkapkan disaat ini timnya dgn ACT dalam fase awal kesiapsiagaan bencana banjir. “Sekarang seluruh koordinator daerah MRI yg ada di Jakarta & sekitarnya, sedang jalankan pendataan awal terkait titik banjir, yg setelah itu dapat menetapkan posko arena lapang pas dgn daerah yg terdampak bencana banjir. Sedangkan posko Induk buat Pos Komando Jakarta Raya bakal dilokasikan di Kantor ACT Ciputat,” jelas Affan, Rabu (18/11).
Affan mengemukakan 10 relawan sudah ditunjuk sbg koordinator Tim Siaga Bencana, yg dapat mengkoordinir lebih kurang 300 relawan MRI. (cal)

Cara Pemerintah Antisipasi Banjir dan Longsor Indonesia

bencana-banjir-indonesia
Masa datang silih berganti. Usai melepaskan derita masa kemarau panjang yg menyesakkan tidak dengan air sewaktu berbulan-bulan, saat ini nyaris semua wilayah di Indonesia telah sejak mulai memasuki awalan dari masa hujan. Prediksi Tubuh Meterologi, Klimatologi, & Geofisika menyebut bisa jadi hujan deras bakal mengguyur teratur merata di seluruhnya Indonesia sejak mulai akhir Nopember sampai puncaknya di lebih kurang Januari-Februari th depan.
Berbicara mengenai hujan deras, negara ini punyai catatan panjang mengenai bencana tanah longsor & banjir yg menghantam tidak sedikit wilayah. Seakan telah menjadi pelengkap diwaktu masa hujan, banjir & longsor ingin tidak ingin, senang tidak menyukai, tentu punyai potensi akbar nyaris di seluruhnya propinsi di Indonesia.
Pertanyaannya setelah itu, telah siapkan Kita menghadapi bisa saja banjir & longsor di periode hujan thn 2015-2016 ini?
Adakah antisipasi pemerintah buat mengurangi risiko banjir & longsor?
Dikutip dari pemberitaan Antaranews, pemerintah ternyata telah menyiapkan tidak sedikit upaya buat mengantisipasi bencana banjir & longsor yg potensial di area rawan bencana Indonesia. Menurut paparan Kepala Pusat Data Info & Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (17/11) Perbuatan Nasional utk mencegah risiko bencana banjir & tanah longsor telah disiapkan oleh pemerintah buat thn 2015 hingga 2016 akan datang.
Sebelum masa hujan datang makin teratur & makin deras, Kementerian Koordinator bagian Pembangunan Manusia & Kebudayaan (Kemenko PK) serta telah berinisiatif membicarakan risiko bencana banjir & longsor ini melalui koordinasi tingkat kementerian, Instansi, & kepala daerah.
Apa saja trick pemerintah Indonesia buat mengurangi resiko bencana banjir & longsor?
Salah satu yg sedang diupayakan ialah sosialisasi risiko banjir & longsor di tingkat pusat & daerah-daerah yg potensial dapat banjir & longsor.
Wilayah rawan banjir di antaranya ja-bar, Jakarta, Semarang, Kudus, Demak, Manado, & beraneka ragam kota yang lain bakal jadi prioritas pengurangan risiko banjir berdasarkan catatan kebencanaan tahun-tahun diawal mulanya.
Sutopo serta menyambung bakal menyiapkan & menginventarisasi sumberdaya yg dipunyai oleh masing-masing dinas & memenuhi kekurangan logistik & peralatan.
Terhadap intinya, bencana banjir & tanah longsor ialah tipe bencana alam yg “slow on set” artinya ke-2 type bencana ini berjalan bersama lambat & perlahan. Prediksi & tanda-tandanya bakal bersama enteng ditemukan & dipahami tidak dengan butuh kajian ilmu wawasan & alat-alat mutahir.
Sehingga dari itu, kesiapsiagaan bencana banjir mutlak buat jadi prioritas, jikalau sebab banjir saja negara ini telah kalang kabut, macam mana jikalau sebuah waktu kelak timbul kembali bencana gede macam tsunami 2004 silam? Bukan jadi bahan ancaman, tapi jadi refleksi nyata bagi kesiapan penanggulangan risiko bencana di negara ini.
Melansir dari catatan Antaranews, Berdasarkan peta bencana di Indonesia terdapat 315 kabupaten/kota yg berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari banjir dgn jumlah masyarakat 61 juta jiwa di daerah tersebut. Sedangkan utk bencana longsor ada 274 kabupaten/kota yg berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari longsor dgn jumlah warga 40,9 juta jiwa di daerah tersebut. (cal)
img : Tempo.co
Sumber

Selasa, 17 November 2015

Kesiapan Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Indonesia

peringatan-dini-bencana-banjir
Periode kemarau panjang thn 2015 telah terlewat, waktu ini nyaris semua wilayah Indonesia telah berada di ujung pintu fenomena hujan deras & bahkan badai dari pagi sampai sore hri. Diwaktu berkata berkenaan potensi hujan deras & badai, bayangan yg segera terbersit di kepala merupakan ancaman bencana banjir & tanah longsor. Terhadap kenyataannya, negara ini memang lah masihlah prematur buat mengantisipasi bencana yg datang silih berganti. Usai melintasi kekeringan parah dikarenakan kemarau panjang, sekarang menghadang potensi banjir & tanah longsor. Dataran tinggi terancam longsor, dataran rendah terancam limpahan banjir. Komplit telah derita yg tampak di depan mata.
Lantas bagaimanakah sesungguhnya kesiapan system peringatan dini bencana banjir & tanah longsor di Indonesia? Ringkasan terkini dirilis oleh Kepala Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Willem Rampangilei menegaskan bahwa setuju atau tak, kenyataannya memang lah system peringatan dini banjir & longsor di Indoenesia masihlah teramat minim & mengkhawatirkan.
Kenapa sanggup begitu?
Dilansir dari laporan CNN Indonesia, status timpangnya kesipaan system peringatan dini banjir & tanah longsor di Indonesia bukanlah omong kosong tidak dengan bukti data. Pasalnya, menurut catatan & identifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan cara menyeluruh di seluruhnya Indonesia, jumlah Kab yg rawan banjir & tanah longsor di Indonesia hri ini berjumlah sejumlah 279 Kabupaten/Kota. Sedangkan instalasi system peringatan dini kepada banjir & longsor di masa hujan thn 2015 ini baru ada jumlahnya 42 kabupaten/kota. Jumlah yg amat sangat minim, bahkan tidak lebih dari 20%.
Apa yg jadi argumen system peringatan dini banjir & longsor belum betul-betul disiapkan merata di seluruhnya Indonesia? Tidak Sedikit rintangan yg menghadang. Menurut paparan Willem, satu factor yg jadi kesusahan penting ialah lantaran masing-masing daerah Kabupaten/Kota di Indonesia miliki karakteristik wilayah yg berbeda-beda. Tidak sanggup disamakan potensi banjir & longsornya dgn daerah lain.
Contohnya ada daerah di Indonesia yg punyai potensi bencana longsor yg lebih tidak sedikit ketimbang bencana banjir, begitupun sebaliknya. Miliki potensi banjir yg lebih tidak sedikit ketimbang longsor. Bahkan Ada juga daerah yg potensi longsornya tiba-tiba meningkat drastis sesudah melintasi periode kemarau panjang ini lantaran menciptakan tanah kering & enteng longsor demikian terkena air hujan dalam intensitas yg gede. Sehingga dari itu, butuh analisis panjang yg dilakukan buat melaksanakan identifikasi kerentanan bahaya bencana. Pendistribusian dana & sumber daya utk pencegahan bencana longsor & banjir tidak sanggup disamaratakan.
Berdasarkan data yg dikutip semua dari laporan CNN Indonesia, sampai Agustus 2015 terdapat 375 kejadian banjir dgn sebanyak kerugian, di antaranya : 25 jiwa wafat, 606.655 jiwa mengungsi, 437 satuan rumah rusak berat, 15 satuan sarana kesehatan rusak, 51 satuan sarana ibadah rusak, & 166 satuan sarana pendidikan rusak.(cal)
img : viva
Sumber

Wilayah Jakarta yang Terendam Banjir di Bulan November 2015

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/11/wilayah-rawan-banjir-jakarta.jpg

Awan mendung pekat & gede mulai sejak jadi tradisi yg menutupi langit Ibukota Jakarta dalam sekian banyak hri terakhir. Sejak memasuki minggu ke-2 bln Nopember 2015 ini, Kota Jakarta & kota-kota suporter di sekitarnya, adalah Bogor, Depok, Tangerang, & Bekasi serta sejak mulai teratur diguyur hujan deras tiap harinya.
Bila Jakarta & kota komuter di sekitarnya diguyur hujan deras, satu ancaman yg paling menempel di benak penduduk Jakarta yakni ancaman bencana banjir. Jakarta & banjir yakni seperti dua factor yg tidak dapat dipisahkan. Buruknya drainase & hancurnya keadaan aliran sungai yg mengalir membelah Kota Jakarta yakni penyebab bencana banjir Jakarta tetap mengintimidasi tiap tahunnya kala periode hujan mulai sejak mengguyur.
Pekan sore (15/11) tempo hari, hujan sangar deras yg membasahi wilayah Bogor & Puncak menyebabkan aliran air limpahan dari hulu sungai Ciliwung mengalir amat sangat deras. Keadaan Siaga 1 banjir pula ditetapkan oleh pihak terkait yg mengontrol tinggi air di bendungan Katulampa.
Diwaktu air deras mengalir ke arah hilir di Teluk Jakarta, area bantaran sungai Ciliwung bakal berpotensi meluap & menyebabkan banjir di banyaknya titik.
Area mana saja di wilayah Jakarta yg terendam banjir selagi Bln Nopember 2015 ini?
Dikutip dari CNN Indonesia, Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta launcing data terakhir wilayah Jakarta yg telah terendam banjir, merupakan Kelurahan Pejaten Timur, Kelurahan Rawajati, & tempat depan Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta Timur tergenang banjir dgn ketinggian 50-60 sentimeter.
diluar itu, banjir Jakarta serta mulai sejak merendam wilayah depan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. wilayah depan pasar Kramat Jati berada persis disebelah aliran sungai Ciliwung. BPBD DKI pun melaporkan banjir menggenangi persimpangan Hex di Jalan Raya Bogor, sebab jebolnya pintu air di tempat tersebut.
Banjir yg telah menggenangi wilayah Jakarta di awal bln Nopember 2015 ini seperti prediksi awal bahwa wilayah sepanjang bantaran Sungai Ciliwung dapat jadi ruangan penting direndam banjir. Terpaan banjir berada tepan di sepanjang aliran sungai Ciliwung yg berhilir di Teluk Jakarta.
Bila hujan mulai sejak menderas lagi di sore hri, sehingga Tinggi Muka Air di sebanyak bendungan di Jakarta segera bakal meningkat kembali. Catatan terakhir yg dirilis dari website BPBD DKI Jakarta menyatakan tinggi air di Pintu Air Depok 85 senti meter atau Siaga IV, tinggi air Pintu Air Manggarai 690 centi meter atau Siaga IV, tinggi air Pintu Air Karet 360 centimeter atau Siaga IV, & tinggi air Pintu Air Pesanggaran 130 centi meter atau Siaga IV. (cal)
img : liputan6.com
Sumber

Rabu, 11 November 2015

Bahaya Leptospirosis Saat Jakarta Terendam Banjir

Bahaya Leoptospirosis 
 
Periode hujan telah datang, kemarau panjang hasilnya berhenti perlahan. Sekarang Ini, bln Nopember 2015, pas bersama prediksi awal bahwa sebahagian gede Indonesia sedang memasuki fase awal masa hujan. Memang Lah, awan hujan yg datang belum terlampaui merata, tetapi hujan yg datang lebih sering mengambil petir & badai yg bersahutan, sampai kepada hasilnya hujan deras yg tidak bisa tertampung itu beralih jadi bencana banjir, seperti yg teratur menyapa penduduk Ibukota Jakarta.

Menanggapi potensi banjir yg bakal datang seiring bersama peningkatan kesempatan hujan deras di Jakarta & kota-kota gede yang lain, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan imbauan utama kepada penduduk, seperti yg diberitakan oleh page Antaranews. Imbauan dari Menteri Nila yakni konsisten menjaga kesehatan diwaktu masa hujan tiba. Khususnya bagi penduduk yg wilayah pemukimannya jadi langganan banjir. Imbauan Nila ini bukan jadi omongan kosong, dikarenakan kenyataannya penyakit masa hujan tidak senantiasa menyangkut dgn flu, demam & penyakit sebab cuaca dingin & hujan yang lain. Ada bahaya lain yg mengintai di balik periode hujan & banjir.

Satu pesan dari Menteri Nila terutama ditekankan kepada mencegah anak-anak buat main-main bersama air banjir, menyelupkan badannya bahkan kepalanya ke dalam air banjir. Kenapa begitu?
Menurut Nila, kadang-kadang para orang lanjut usia malah menyaksikan lucu & hasilnya memberikan peluang terhadap anak-anak buat main bersama air banjir. Berenang kesana kemari di antara air banjir depan rumah, atau air banjir yg menggenang di jalan raya pasca hujan deras. Padahal, bahaya dari berendam di air banjir sangat banyak. Satu faktor yg paling nyata yaitu bahaya penyakit Leptospirosis.

Dengan Cara medis, penyakit Leptospirosis yakni penyakit yg disebabkan oleh bakteri leptospira, penyakit ini yakni salah satu penyakit yg berjenis zoonosis, artinya penyakit yg ditularkan lewat hewan.

Nah, di antara masa hujan yg deras & genangan air banjir, hewan penular penting dari penyakit Leptospirosis ini yakni tikus lewat kotoran & air kencingnya. Saat periode hujan datang & mengambil banjir di sekian banyak ruangan di Jakarta, tikus-tikus yg tinggal di dalam liang tanah tentu dapat ke luar dari sarangnya utk menyelamatkan diri. Nah tikus itu dapat berkeliaran di antara genangan banjir, & air kencing pun kotorannya bakal bercampur baur dgn air banjir.

Kala anak-anak malah asyik menjadikan banjir Jakarta sbg rekreasi murah meriah, sehingga disitulah bahaya Leptospirosis berjalan. Seseorang manusia baik orang dewasa ataupun anak-anak yg mempunyai luka terbuka di badannya, seterusnya luka tersebut terendam air banjir yg telah tercampur dgn kotoran/kencing tikus yg mengandung bakteri lepstopira, sehingga disitulah ancaman infeksi otoran/kencing tikus yg mengandung bakteri Leptospirosis berlangsung. (cal)
img : Kompasiana
Sumber

Gejala Penyakit Leptospirosis Saat Bencana Banjir Merendam

http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/11/gejala-leptospirosis-banjir-jakarta.jpg

Periode hujan datang mengambil barokah yg telah dinantikan sekian lama. Kemarau panjang yg berlangsung di thn 2015 sudah mengambil derita panjang, bahkan sekian banyak pihak menyebut bahwa periode kemarau thn 2015 ini jadi yg terpanjang durasinya & terparah efeknya sewaktu sekian thn terakhir.

Walaupun hujan mengambil barokah bagi suburnya kembali tanah dana tanaman pertanian, tapi bukan berarti periode hujan menciptakan kita lalai. Sekian Banyak kota agung selayaknya telah bersiap dapat bahaya yg menanti di masa hujan sekian banyak bln ke depan, yaitu bencana banjir.
Bagi kota-kota agung di Indonesia, bahkan Ibukota Jakarta, banjir jadi etika yg telah dianggap seperti fenomena biasa. Mengharap Jakarta tidak dengan banjir sepertinya pula masihlah sebatas mimpi di siang bolong, lantaran bagaimanapun keadaan saluran air, aliran sungai, & drainase yg dipunyai oleh Kota Jakarta telah berada dalam kerusakan yg parah & berusia lanjut usia. Sehingga dari itu, periode hujan th 2015 ini tentu dapat mirip dgn th diawal mulanya, banjir tentu mendatang.

Banjir, genangan air cokelat yg meluap dari aliran sungai dikarenakan volume air yg tidak terbendung, terkecuali mengambil derita akibat rumah & jalan terendam air, bahaya banjir yang lain membayangi kesehatan penduduk. Dilansir dari Antaranews, KEMENKES telah memberikan imbauan bagi penduduk yg bermukim di wilayah rawan banjir buat senantiasa menjaga kesehatan & menghindari jajaran penyakit khas bencana banjir. Salah satu penyakit paling mematikan yg mampu timbul sebab banjir merupakan Leptospirosis.

Sewaktu masa hujan yg deras & lebat, rata rata penyakit Leptospirosis bakal merebak. Penduduk amat sering mengenal penyakti ini dgn sebutan penyakit kencing tikus. Diwaktu hujan deras melanda satu buah wilayah , air meluap & menyebabkan banjir, tikus-tikus yg tinggal di dalam tanah dapat ke luar dari sarangnya. Diwaktu itulah, tikus-tikus bakal mencemarkan kencing & kotorannya dalam aliran banjir yg menggenang.

Lantas apa saja gejala penyakit Leptospirosis ini?
Waktu seseorang dewasa atau bahkan anak-anak mempunyai luka dalam tubuhnya, selanjutnya luka itu terendam air banjir yg telah tercemar oleh kencing tikus, sehingga akan dijamin orang itu bakal terinfeksi oleh bakteri Leptospirosis. Tanda-tandanya si pasien yg terkena Leptospirosis bakal mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celcius, setelah itu kalau tidak serta-merta ditangani dapat mengalami kejang & kekakuan otot, sampai hasilnya berujung kepada kematian. (cal)
img : suryaonline.co [Fotografer : Ahmad Zaimul Haq]
Sumber