Banjir terjadi akibat luapan air Kali IKIP yang masuk ke komplek hingga ke rumah-rumah warga.
“Mereka tak bersedia diungsikan karena masih ada tempat aman, yakni lantai dua rumah mereka sendiri, dan sebagian ada yang tidur di masjid komplek yakni Masjid At-Taqwa,” ujar Irawati, Ketua Masyarakat Relawan (MRI) Bekasi Kota, kepada ACTNews, Senin malam, (10/2).
“Ada juga anak yang menjemput ibunya dari komplek menuju ke tempat lain yang lebih aman di luar komplek,” terang Tessa, relawan lain.
Hujan deras sejak Minggu dini hari membuat sejumlah titik di Kota Bekasi alami kebanjiran. Menurut warga setempat, Komplek Dosen IKIP Jati Kramat termasuk wilayah rawan banjir, karena lokasinya bersebelahan dengan sungai, yang kerap meluap saat air tak tertampung lagi.
Sampai sekira pukul 23.00 WIB, perahu karet berkeliling komplek untuk melayani keperluan warga. Para relawan berteriak ‘perahu, perahu’ dengan maksud jikalau ada warga yang terjebak banjir di rumahnya membutuhkan sesuatu, seperti makanan atau minuman, menjemput family, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar