Senin, 25 April 2016

mengapa banjir Pangkalpinang Terulang Kembali


Banjir di Pangkal Pinang kembali terulang. Duka sebab terjangan air banjir pula tiba-tiba menyeruak kembali di seluruh Kota Pangkal Pinang. Jikalau siklus banjir di berbagai Kota di Indonesia kebanyakan berulang setiap setahun sekali, tapi kali ini banjir di Pangkal Pinang memiliki pola yang tak sama. Hanya berjarak satu bulan sejak banjir bandang pertama kali menerjang Kota Pangkal Pinang awal Februari dahulu, tempo hri banjir kembali mengulang kisahnya di Kota ini.

Akhir Maret, terjangan air bah luapan Sungai mengisi lagi tiap sisi gang di Kota Pangkal Pinang. Bahkan mengutip laman Antara, kondisi banjir fase kedua di Pangkal Pinang ini dikabarkan kembali membuat Ibukota Provinsi Bangka Belitung ini lumpuh total. Banjir merendam tak sedikit ruang mutlak di Kota Pangkal Pinang.

beberapa kawasan yang kembali diterjang banjir di Pangkal Pinang buat kedua kalinya meliputi kawasan lebih kurang pusat perbelanjaan seperti Puncak Mall, Ramayana dan BTC. Banjir pun menerjang akses Jalan A.Yani, Sudirman, Syafri Rahman sampai terputus total. Sedangkan akses jalan yang tetap sanggup dilalui meliputi Jalan Jembatan 12, Pangkalbalam dan Ketapang.

Tempat terparah diterjang banjir Pangkal Pinang kali ini merupakan kawasan Paritlalang, bahkan dari beragam macam foto yang beredar, derasnya air banjir di Paritlalang hampir menyerupai terjangan tsunami yang menghempas Provinsi Aceh thn 2004 silam.

Saksi mata relawan lokal di lapangan menyimpulkan bahwa banjir di Pangkal Pinang fase kedua ini sudah melumpuhkan hampir semua aktivitas kota. Kedalaman air banjir di Paritlalang serta mencapai ketinggian 2 meter.

Diwaktu banjir di Pangkal Pinang kembali menerjang untuk yang kedua kalinya hanya dalam jarak satu bulan lamanya, apa yang jadi penyebabnya? Mengapa banjir di Pangkal Pinang terulang kembali?

Di Saksikan dari kronologisnya, banjir di Pangkal Pinang yang menerjang untuk kedua kalinya ini terjadi karena dikarenakan yang sama bersama banjir perdana kali awal Februari 2016 silam. Hujan deras berjalan di Pangkal Pinang sejak Senin pagi (28/3) sampai tengah tengah malam hari. Mendung tetap bergelayut dan menurunkan air hujannya sampai malam hari.

Imbasnya, satu orang warga lokal bernama Agus menceritakan bahwa air banjir mulai naik kurang lebih pukul 00.00 WIB. Seluruhnya warga mulai angkat barang ditengah tengah malam dinihari. Sampai menjelang air banjir makin meninggi.

Banjir terulang kembali di Kota ini dikarenakan luapan air Sungai Rangkui yang membelah tengah kota. Aliran sungai Rangkui tak dapat menampung debit air hujan dan meluap membanjiri semua Kota.

Banjir Pangkal Pinang yang terjadi berturut-turut hanya dalam rentang ketika satu bulan ini akan disimpulkan sbg resiko kerusakan alam daerah hulu sungai Rangkui yang sudah semakin parah. Masifnya pembukaan tambang timah di seluruhnya pelosok Pulau Bangka otomatis menghilankan perlahan daerah resapan air.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar