Minggu, 24 Juli 2016

Banjir Bandang Mempawah Datang Lagi

Banjir belum serta usai di Indonesia. Hujan deras di musim peralihan masa pancaroba nyata-nyatanya masih mengambil ancaman banjir. Seperti banjir yg berlangsung lagi, terulang kembali di Kab Mempawah, Kalimantan Barat. Tatkala periode hujan bulan-bulan dulu, banjir di Kab Mempawah telah sekian banyak kali menerjang, waktu ini banjir datang lagi. Bahkan banjir kali ini dapat dikategorikan yang merupakan banjir bandang. Kantor Info Antara mengemukakan, banjir Mempawah di pertengahan bln Mei 2016 ini hingga menyebabkan beberapa ratus hunian terendam.

Gimana keadaan banjir Mempawah hri ini?
Info teranyar menyangkut banjir di Mempawah Kalimantan Barat ini dilaporkan oleh Kasubbid Pencegahan & Kesiapsiagaan, Sektor Penanggulangan Bencana BLHPBD Kab Mempawah, Didik Sudarmanto. Jelasnya, sebanyak titik pemukiman di Mempawah benar-benar telah terendam banjir. Ketinggian banjirnya pula bervariasi berbeda-beda tiap area. Biasanya ketinggian banjir dari sejak mulai lutut orang dewasa hingga ke pinggang.

Ruangan mana saja yg terendam banjir di Mempawah?
Berdasarkan data terupdate yg sukses dihimpun, Wilayah yg terkena resiko banjir bandang di Kab Mempawah antara lain yaitu Dusun Tekam & Telayar, Desa Sejegi Kecamatan Mempawah Timur. Seterusnya Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Desa Peniti Dalam I & Peniti Dalam II Kecamatan Segedong. Dulu banjir serta dilaporkan berlangsung di Desa Sepang pun Desa Toho Hilir Kecamatan Toho.

Jumlah hunian masyarakat yg terdampak banjir serta tidak sanggup dianggap sepele. Di Kecamatan Toho saja contohnya, sedikitnya ada 155 satuan hunian yg kuyup terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Selanjutnya di Kecamatan Mempawah Hilir lebih dari 40 hunian & pula di Kecamatan Mempawah Timur 60 hunian & Kecamatan Segedong lebih dari 30 hunian.

beritabencanalam

Minggu, 17 Juli 2016

Banjir di Medan, 4 Orang Terseret Arus

 
Banjir kali ini berlangsung di Kecamatan Kutalimbaru, Kab Deliserdang, Sumatera Utara. Kejadian ini yaitu kejadian kesekian kalinya banjir menerjang kawasan medan & sekitarnya. Mengutip dari Kantor Informasi Antara, imbas dari banjir Medan ini ada empat orang penduduk Kota Medan yg hanyut terseret derasnya arus banjir.
 
Mereka terseret diwaktu arus banjir datang dengan cara tiba-tiba menghempas ruangan pemandian Babarsari di Kecamatan Kutalimbaru, Kab Deliserdang. s/d tulisan ini diturunkan, 3 orang korban yg terseret arus telah ditemukan selamat, sementara itu satu korban lagi masihlah dalam pencarian.
korban yg belum ditemukan ketahuan bernama Acum, penduduk Jalan Sutrisno, Kecamatan Medan Ruang. Si korban ini hanyut terseret arus banjir kurang lebih pukul 14.00 WIB. Korban datang ke ruangan pemandian ini dgn kawan-kawannya yg ialah anggota sekelompok pengajian Sei Rengas Permata. Sesudah melalui jam makan siang & Shalat Dhuhur, saksi mata menonton korban dgn tiga orang rekannya mandi di sungai yg ada di ruang pemandian alam tersebut.

Tetapi tidak dengan diduga diawal mulanya, air sungai ruangan pemandian ini tiba-tiba saja meluap. Muncul banjir bandang yg menghempas cepat ruang pemandian ini. Derasnya air dari hulu sungai ini serta-merta menyeret empat orang anak belia group anggota pengajian ini.

Tiga korban yang lain sukses menyelamatkan diri dgn berpegangan erat di tiang, tetapi si korban yg tetap menghilang ini hasilnya terlepas dari pegangan tiang & hasilnya hanyut terbawa derasnya arus,
Sungai Belawan yg mengalir persis di pinggiran pemandian ini merupakan sungai melewati Kota Medan & Kab Deli Serdang. Anak sungai yg dari Sungai Belawan ini memanjang menuju Sungai Baharu, Sungai Badak, & Sungai Paluh Manan.
sumber

Penyebab Banjir di Bekasi

Sesudah sekian banyak daerah terkena banjir di awal th 2016, sekarang banjir yg pass parah menimpa Bekasi. Banjir parah berlangsung di Jatiasih Bekasi terhadap pagi hri Kamis 21 April kurang lebih pukul 09.00, nyaris kurang lebih 5000 hunian masyarakat terendam banjir. Berita dari tim DERM Tindakan Langsung Tanggap yg datang ke ruang banjir mencapai 2-3 meter ketinggian air mencapai genteng hunian warga.

Penyebab banjir di Bekasi yg cukup parah ini yaitu akibat tanggul kali Bekasi yg jebol. Air dari Kali Cikeas yg berada di dekat wilayah itu serta mengalir ke perumahan. Arus deras air melewati genteng rumah-rumah masyarakat. Debit limpasan di bendungan kali itu mencapai 780 meter kubik per detik. “Lebih akbar dibanding banjir 2007,” kata operator bendungan Kali Bekasi, Wildan.

Banjir di Bekasi ini merendam 5 kecamatan & setidaknya ada 5000 hunian penduduk yg hasilnya terendam. Meluapnya falsafah Kali Bekasi, atau Sungai Cikeas. Nyaris seluruhnya pemukiman penduduk yg berada pas di bantaran Kali Bekasi dijamin terendam banjir lumayan parah. Terhadap siang Kamis (21/4) banjir parah terutama di Perumahan Pondok Besar Permai Jatiasih. Penduduk cepat di evakuasi ke lokasi pengungsian sebab ketinggian air telah hingga genteng hunian penduduk.

Penyebab mutlak benar-benar tanggul jebol yg sebenarnya baru dalam proses pembangunan yg belum selesai. diluar itu akibat hujan terus-terusan, debit air kali Bekasi pun meluap. Kepada hri Jumat ketinggain air tetap tinggi akibat kiriman air dari Bogor maka pengungsi tetap belum mampu bergerak, terlebih hujan masihlah barangkali datang & dikhawatirkan bakal ada banjir susulan.
sumber: beritabencanaalam.wordpress.com

Sungai Citarum Penyebab Banjir Kabupaten Bandung

Banjir di Kab Bandung berimpak gede bagi penduduk Dayeuhkolot & sekitarnya. Air banjir dikabarkan meluap teramat serta-merta kepada Sabtu, 12 Maret 2016.

Bila diperhatikan lebih terang, biasanya topografi kawasan yg terendam banjir luapan Sungai Citarum ini benar-benar berada lebih rendah dari falsafah sungai. Bentukannya menyerupai mangkok. Imbas dari topografi yg berbentuk semacam ini, banjir senantiasa menerjang tiap periode hujan di kawasan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Banjaran & Pamengpeuk. 5 kecamatan ini benar-benar jadi kawasan terparah diterjang banjir. Dikarenakan lokasinya yg berada paling dekat bersama falsafah Sungai Citarum.

Lantas, kenapa luapan Sungai Citarum dapat berlangsung?
Kalau dipandang dari kisah awalnya, Sungai Citarum yakni sungai yg mendapat julukan juga sebagai sungai paling besar & terpanjang di bumi Pasundan, Tanah Jawa Barat.
Ditarik garis lurus, panjang ajaran Sungai Citarum mencapai kurang lebih 300 Kilometer. Dari arti namanya, Sungai Citarum disusun oleh dua kata, merupakan kata Ci yg dalam bahasa Sunda klasik berarti air atau sungai, seterusnya kata ke-2 ialah Tarum yg diambil dari nama tumbuhan penghasil warna nila dengan cara alami. Dari arti kata tersebut, Sungai Citarum dahulunya diakui yang merupakan sungai yg tidak sedikit mempunyai tumbuhan Tarum di sepanjang alirannya.

Dengan Cara geografis, Sungai Citarum yg membentang sejauh 300 Kilo Meter menuju Laut Jawa di Utara berawal dari hulu yg terdapat di Lereng Gunung Wayang. Hulu sungai Citarum ini berada di tenggara Kota Bandung, hri ini hulu Citarum masuk ke wilayah Desa Cibeureum, Kertasari Bandung.
Dalam perjalanannya dari hulu ini, Sungai Citarum serta mengumpulkan beraneka ajaran anak sungai yg berasal dari daerah lain, contohnya Sungai Dayeuhkolot, kawasan yg waktu ini terendam banjir parah akibat luapan Citarum.

Sesudah dari Dayeuhkolot, ajaran Sungai Citarum berbelok ke arah barat laut & bergerak menuju ke utara. Seandainya mengendarai kendaraan dari arah Padalarang menuju Cianjur, tentu Kita bakal melintasi falsafah Sungai Citarum yg jadi perbatasan dari kawasan Bandung Barat & Cianjur.
Setelah Itu dari Cianjur, ajaran Sungai Citarum melintasi Kab Puurwakarta, & terakhir masuk ke Kab Karawang jadi batas wilayah bersama Kab Bekasi. Sampai hasilnya falsafah gede Sungai Citarum berhenti di Ujung Karawang masuk ke laut Jawa.

sumber
https://beritabencanaalam.wordpress.com/2016/04/25/sungai-citarum-penyebab-banjir-kabupaten-bandung/