Banjir di Kab Bandung berimpak gede bagi penduduk
Dayeuhkolot & sekitarnya. Air banjir dikabarkan meluap teramat
serta-merta kepada Sabtu, 12 Maret 2016.
Bila diperhatikan lebih terang, biasanya topografi kawasan yg
terendam banjir luapan Sungai Citarum ini benar-benar berada lebih
rendah dari falsafah sungai. Bentukannya menyerupai mangkok. Imbas dari
topografi yg berbentuk semacam ini, banjir senantiasa menerjang tiap
periode hujan di kawasan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Banjaran
& Pamengpeuk. 5 kecamatan ini benar-benar jadi kawasan terparah
diterjang banjir. Dikarenakan lokasinya yg berada paling dekat bersama
falsafah Sungai Citarum.
Lantas, kenapa luapan Sungai Citarum dapat berlangsung?
Kalau dipandang dari kisah awalnya, Sungai Citarum yakni sungai yg
mendapat julukan juga sebagai sungai paling besar & terpanjang di
bumi Pasundan, Tanah Jawa Barat.
Ditarik garis lurus, panjang ajaran Sungai Citarum mencapai kurang
lebih 300 Kilometer. Dari arti namanya, Sungai Citarum disusun oleh dua
kata, merupakan kata Ci yg dalam bahasa Sunda klasik berarti air atau
sungai, seterusnya kata ke-2 ialah Tarum yg diambil dari nama tumbuhan
penghasil warna nila dengan cara alami. Dari arti kata tersebut, Sungai
Citarum dahulunya diakui yang merupakan sungai yg tidak sedikit
mempunyai tumbuhan Tarum di sepanjang alirannya.
Dengan Cara geografis, Sungai Citarum yg membentang sejauh 300 Kilo
Meter menuju Laut Jawa di Utara berawal dari hulu yg terdapat di Lereng
Gunung Wayang. Hulu sungai Citarum ini berada di tenggara Kota Bandung,
hri ini hulu Citarum masuk ke wilayah Desa Cibeureum, Kertasari Bandung.
Dalam perjalanannya dari hulu ini, Sungai Citarum serta mengumpulkan
beraneka ajaran anak sungai yg berasal dari daerah lain, contohnya
Sungai Dayeuhkolot, kawasan yg waktu ini terendam banjir parah akibat
luapan Citarum.
Sesudah dari Dayeuhkolot, ajaran Sungai Citarum berbelok ke arah
barat laut & bergerak menuju ke utara. Seandainya mengendarai
kendaraan dari arah Padalarang menuju Cianjur, tentu Kita bakal
melintasi falsafah Sungai Citarum yg jadi perbatasan dari kawasan
Bandung Barat & Cianjur.
Setelah Itu dari Cianjur, ajaran Sungai Citarum melintasi Kab
Puurwakarta, & terakhir masuk ke Kab Karawang jadi batas wilayah
bersama Kab Bekasi. Sampai hasilnya falsafah gede Sungai Citarum
berhenti di Ujung Karawang masuk ke laut Jawa.
sumber
https://beritabencanaalam.wordpress.com/2016/04/25/sungai-citarum-penyebab-banjir-kabupaten-bandung/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar