Senin, 25 Januari 2016

BANJIR CHENNAI INDIA ADALAH BANJIR TERBURUK

Sebuah banjir besar diperkirakan adalah banjir yang paling jelek sewaktu seabad terakhir merendam teramat parah wilayah Chennai, India. Dari berbagai macam gambar yang bergulir di laman alat online bakal di perhatikan cepat bahwa banjir Chennai benar-benar lah lah lah merendam teramat parah. Bahkan air banjir setinggi hampir satu m sampai dapat memasuki Bandara Internasional Chennai, India dan menggenangi landasan pacu.

Berikut adalah 2 alasan mengapa banjir Chennai di bulan Desember 2015 disebut-sebut sbg bencana banjir terburuk selama seabad terakhir :
Jumlah pengungsi korban banjir Chennai mencapai 3 juta orang, korban tewas 269 jiwa

Berapa jumlah korban yang harus dievakuasi menjauh dari wilayah yang terendam banjir menuju ke penampungan pengungsi? Dari laman Antaranews disebutkan bahwa banjir Chennai India telah memaksa lebih dari 3 juta penduduk dievakuasi dan sekarang ini tak memperoleh layanan dasar seperti kesehatan dan makanan yang patut di ruangan pengungsian. Banjir terburuk sewaktu seabad terakhir dalam histori kebencanaan India ini pun sedikitnya telah menewaskan tak kurang dari 269 korban jiwa.

Banjir di Chennai disebabkan oleh curah hujan amat sangat buruk tatkala seabad terakhir
satu buah laporan dari laman pemberitaan The Guardian menyebutkan, banjir bandang yang amat luas di Chennai, India disebabkan oleh hujan terdahsyat sewaktu seabad terakhir. Hujan yang amat sangat lebat tatkala hampir satu minggu berlangsung selama tetap menerus. Didapati bahwa curah hujan paling buruk ini disebabkan oleh pergerakan angin muson di daratan Asia dan satu buah depresi cuaca di Teluk Benggala. Akibat dari bencana banjir dahsyat di Chennai, kondisi Kota Chennai tak ubahnya kota yang terendam akibat bencana tsunami.

Rumah tergenang banjir, rumah sakit, rel keretra, sekolah berhenti beroperasi, pabrik juga tak berlangsung, pembangkit listrik padam total, bahkan kilang minyak dan bandara internasional ikut terendam banjir.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar